Home / Berita / Jasa Raharja Catat Setoran Santunan Sepanjang Tahun 2018 Mencapai Rp 2,56 T

Jasa Raharja Catat Setoran Santunan Sepanjang Tahun 2018 Mencapai Rp 2,56 T

PT Jasa Raharja (Persero) mencatat, sepanjang 2018 setoran santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas mencapai Rp 2,56 triliun. Angka ini naik 29 persen dibandingkan tahun 2017 senilai Rp 1,98 triliun.

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo mengatakan, kenaikan terjadi karena jumlah kecelakaan yang masih tinggi. Karena itu, santunan yang dibayarkan pun meningkat.

Berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya, sejak Januari hingga November 2018, telah terjadi 5.400 kecelakaan. Jika dibandingkan tahun 2017, angka ini meningkat 5 persen.

“Berdasarkan statistik Jasa Raharja 2018, santunan korban kecelakaan yang meninggal Rp 1,40 triliun dan korban luka-luka Rp 1,15 triliun,” kata Budi saat pemaparannya dalam Media Gathering di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (23/4).

Kenaikan santunan yang disalurkan Jasa Raharja juga terjadi karena Kementerian Keuangan mengeluarkan aturan baru tentang besaran jumlah santunan yang harus dibayarkan. Bahkan, jumlah besaran santunannya mencapai 100 persen.

Aturan ini diteken Sri Mulyani pada 2017 dan berlaku sejak 1 Juni. Karena itu, kata Budi, total santunan meningkat.

Budi merinci, untuk santunan kepada korban kecelakaan meninggal dunia, naik dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta. Pun dengan penggantian biaya perawatan dan pengobatan meningkat dari Rp 10 juta menjadi maksimal Rp 20 juta. Selain itu, penggantian biaya penguburan meningkat dari Rp 2 juta menjadi Rp 4 juta.

“Jadi, besar jaminan naik 100 persen sejak 2017. Lalu ada tambahan biaya ambulan dan PMK. Sebelumnya, korban masuk ke RS siapa yang jamin. Jadi kita berikan maksimal Rp 1 juta. Biaya ambulans kadang kita miris pakai becak. Sehingga kita sediakan biaya ambulans maksimal Rp 500 ribu. Ini nilainya baik untuk masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Budi bilang kalau kenaikan santunan ini ternyata tidak dibarengi dengan pembayaran asuransi Jasa Raharja pada pajak kendaraan di STNK. Karena itu, perusahaan pun melakukan berbagai efisiensi agar santunan tetap bisa disalurkan kepada korban kecelakaan yang berhak menerima.

Salah satu efisiensi yang dilakukan adalah dengan tidak merekrut pegawai atau pekerja baru. Selain itu, prosedural pengajuan santunan juga sudah menggunakan teknologi.

Untuk Triwulan I 2019, Budi mencatat penyaluran santunan juga naik 5 persen yakni Rp 614 miliar dibandingkan Triwulan I 2018 senilai Rp 582 miliar.

“Untuk yang Triwulan I 2019 ini sebenarnya korban kecelakaan meninggal dunia turun, tapi kecelakaan luka-luka naik. Ini naik 5 persen karena keaktifan Jasa Raharja ke rumah sakit. Biasanya mereka (korban) pulang, tidak lapor ke polisi. Sehingga korban luka tidak termonitor,” jelasnya.

Sumber Kumparan, edit koranbumn

Check Also

Komitmen Telkom Indonesia Hadirkan Konektivitas dan Digitalisasi Hingga Wilayah 3T, Indihome Kini Hadir di Pulau Rote

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkomitmen untuk selalu ada dan berkontribusi menghadirkan konektivitas di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *