Home / Berita / Jasa Tirta I Pasang Larangan Penambangan Bahan Galian C di Sempadan Sungai Brantas

Jasa Tirta I Pasang Larangan Penambangan Bahan Galian C di Sempadan Sungai Brantas

Satu kata yang tepat mendefinisikan aktivitas penambangan secara liar di sempadan sungai yaitu “JAHAT”. Untuk memberikan peringatan kepada mereka yang jahat pada lingkungan sungai, maka perlu adanya pemberitahuan bahwa kegiatan tersebut tergolong kegiatan yang “DILARANG” dan masuk dalam ranah “PIDANA”.

Untuk itu, Jumat lalu (14/6) PJT I bersama-sama Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Pemkab Tulungagung, Pemprov Jatim, Polda Jatim, dan Kodam V Briwajaya melakukan pemasangan papan larangan penambangan bahan galian C di sempadan Sungai Brantas Kabupaten Tulung Agung.

Adapun pemasangan dilakukan di dua titik yaitu: Desa Tapan dan Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru; Desa Bendosari, Pinggirsari dan Srikaton Kecamatan Ngantru. Nantinya juga akan dipasang papan serupa di beberapa titik lainnya di wilayah Kecamatan Ngunut dan Kecamatan Rejotangan.

Apa dasar hukumnya? Dalam Undang-undang nomor 4 tahun 2019 pasal 158, junto Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 2010 pasal 2 (2d) disebutkan bahwa setiap orang yang tanpa izin menambang batu kali, kerikil sungia, pasir sungai, pasir urug, pasir pasang dan sebagainya dipidana paling lama 10 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Yuk bantu infokan agar semakin banyak pihak yang tahu bahwa penambangan di Wilayah Sungai itu jahat dan berbahaya, karena dapat mengganggu aliran sungai dan pastinya melanggar hukum ya!

Sumber Jasa Tirta I, edit koranbumn

Check Also

Pupuk Indonesia Bersama KPK Gelar Roadshow Internalisasi Budaya Anti Gratifikasi

Menggalakkan kampanye Anti Gratifikasi di lingkungan perusahaan dan anak perusahaan, PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *