Home / Berita / Kabar KF-X/ IF-X dari Indo Defence 2018

Kabar KF-X/ IF-X dari Indo Defence 2018

Indonesia terus maju dengan rencana ambisiusnya untuk bermitra dengan Korea Selatan dalam program jet tempur KF-X/ IF-X. Dilansir dari laman Global Business Press (7/ 11) oleh Lancer Defense, Daily News berbicara dengan Nurkaswiyanto, Chief Engineer IF-X, Technology Center Division, Direktorat Teknologi & Pengembangan di PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk informasi terbaru tentang program ini.

Menurut Nurkaswiyanto, salah satu tujuan utama dari program ini adalah untuk mengembangkan kemampuan pengembangan jet tempur di Indonesia. Pengembangan kemampuan dalam memproduksi struktur komposit besar untuk kebutuhan kedirgantaraan adalah kunci lain dari program IF-X.

Indonesia sedang berusaha untuk mengelola komitmen keuangannya dengan lebih baik untuk program IF-X dan Korea telah mendukung permintaan tersebut, kata pejabat perusahaan. Pada bulan September, setelah presiden Indonesia dan Korea Selatan berdiskusi, kedua negara sepakat untuk melanjutkan program ini.

Total biaya pengembangan pesawat tempur generasi 4.5 ini dipatok pada US $ 8 miliar, dimana Indonesia mengerjakan 20% workshare. Komitmen keuangan total untuk Indonesia diperkirakan akan menyentuh US $ 2,2 – 2,3 miliar, selama 10 tahun siklus desain dan pengembangan.

Biaya setiap pesawat tempur KF-X/ IF-X yang awalnya dipatok pada US $ 70 juta per pesawat, sekarang diperkirakan akan meningkat menjadi US $ 75 juta per pesawat. Sekitar 200 insinyur Indonesia sudah bekerja pada program IF-X, dengan beberapa insinyur tinggal di Korea Selatan.

Korean Aerospace Industries (KAI) juga telah mengirim beberapa insinyur senior ke Indonesia. PT Dirgantara Indonesia telah ditugaskan untuk memproduksi composite wing dan horizontal and vertical stabilisers untuk KF-X dan IF-X. Sementara sayap untuk prototipe pertama akan dibangun di Korea, semua sayap untuk versi produksi KF-X dan IF-X akan dibangun di Indonesia, kata Nurkaswiyanto.

PTDI juga akan melakukan integrasi senjata dan sensor yang diusulkan oleh Angkatan Udara Indonesia, termasuk senjata yang lebih tua seperti AGM-65. Indonesia diharapkan untuk mempertahankan Diehl Iris-T dan MBDA Meteor sebagai persenjataan rudal utama untuk IF-X. PTDI akan melakukan integrasi dari external drop tank 480 galon untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udara Indonesia.

Korea akan menggunakan tangki 370 galon untuk pesawat KF-X. Tinjauan Desain Awal (PDR) untuk program KF-X/ IF-X selesai pada bulan Juni dan Tinjauan Desain Kritis (CDR) dijadwalkan selesai pada bulan April 2019, setelah produksi prototipe pertama akan dimulai. Prototipe KF-X pertama akan diluncurkan pada tahun 2020. All photos: KF-X/ IF-X di Indo Defence 2018 .

Sumber : Dudu Kamil https://militer.or.id/14814/kabar-kf-x-if-x-dari-indo-defence-2018/

Check Also

Sinergi Pertamina dengan 5 PTN Perkuat Pengembangan Operasional Kilang Nasional

Pertamina menjalin kerjasama dengan 5 (lima) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di tanah air yakni …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *