Home / Berita / KAI Kenakan Tarif Bagasi Berbayar di Kereta Saat Mudik Lebaran yang Melebihi Berat Maksimum Bagasi Gratis

KAI Kenakan Tarif Bagasi Berbayar di Kereta Saat Mudik Lebaran yang Melebihi Berat Maksimum Bagasi Gratis

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah membuka penjualan tiket kereta api (KA) untuk mudik Lebaran 2019 pada 25 Februari lalu. Tiket ini bisa dibeli hingga 18 Maret 2019.

Kepala Humas KAI Agus Komarudin mengatakan, bagi penumpang yang ingin mudik ataupun balik, untuk membawa barang secukupnya. Ini dilakukan agar kenyamanan di dalam kereta bisa terjaga.

Sebagai bentuk layanan kepada pengguna jasa, KAI menetapkan bahwa setiap penumpang diberikan bagasi gratis sampai berat maksimum 20 kg dengan volume maksimum 100 dm3 (dimensi maksimal 70x48x30 cm) dan sebanyak-banyaknya terdiri dari empat koli (item bagasi).

Bagi penumpang yang kedapatan membawa barang berlebih, akan dikenakan tarif beragam sesuai kelasnya.

“Jika saat boarding di stasiun penumpang diketahui membawa bagasi yang melebihi ketentuan tersebut, maka dikenakan biaya senilai Rp 10.000 per kg untuk kelas eksekutif,” kata dia kepada kumparan, Kamis (28/2).

Sementara untuk penumpang kelas bisnis, tarif kelebihan barangnya senilai Rp 6.000 per kg. Lalu penumpang kelas ekonomi, kena biaya kelebihan barang senilai Rp 2.000 per kg.

“Sementara untuk barang yang lebih besar dari 200 dm3 (dengan dimensi maksimal 70x48x60 cm) tidak diperbolehkan dibawa ke kabin penumpang,” jelasnya.

Untuk mudik Lebaran tahun ini, KAI menjual sebanyak 247.010 kursi. Angka ini naik 5 persen dibanding kursi tahun lalu yang hanya 236.210.

Total kursi yang dijual itu tersebar di 406 kereta. Rinciannya, kereta reguler sebanyak 356 unit dan kereta tambahan 50 unit. Sementara total kereta yang dijalankan tahun lalu hanya 393 unit.

Untuk 50 KA tambahan selama Lebaran 2019 yang dapat dipesan mulai H-60 atau dua bulan sebelum Lebaran.

Berikut jadwal lengkap pemesanan tiket KA Lebaran 2019/1440 H:

25 Februari 2019 untuk keberangkatan pada H-10 26 Mei 2019

26 Februari 2019 untuk keberangakatan H-9 pada 27 Mei 2019

27 Februari 2019 untuk keberangkatan H-8 pada 28 Mei 2019

28 Februari 2019 untuk keberangkatan H-7 pada 29 Mei 2019

1 Maret 2019 untuk keberangkatan H-6 pada 30 Mei 2019

2 Maret 2019 untuk keberangkatan H-5 pada 31 Mei 2019

3 Maret 2019 untuk keberangkatan H-4 pada 1 Juni 2019

4 Maret 2019 untuk keberangkatan H-3 pada 2 Juni 2019

5 Maret 2019 untuk keberangkatan H-2 pada 3 Juni 2019

6 Maret 2019 untuk keberangkatan H-1 pada 4 Juni 2019

7 Maret 2019 untuk keberangkatan H1 pada 5 Juni 2019

8 Maret 2019 untuk keberangkatan H2 pada 6 Juni 2019

9 Maret 2019 untuk keberangkatan H+1 pada 7 Juni 2019

10 Maret 2019 untuk keberangkatan H+2 pada 8 Juni 2019

11 Maret 2019 untuk keberangkatan H+3 pada 9 Juni 2019

12 Maret 2019 untuk keberangkatan H+4 pada 10 Juni 2019

13 Maret 2019 untuk keberangkatan H+5 pada 11 Juni 2019

14 Maret 2019 untuk keberangkatan H+6 pada 12 Juni 2019

15 Maret 2019 untuk keberangkatan H+7 pada 13 Juni 2019

16 Maret 2019 untuk keberangkatan H+8 pada 14 Juni 2019

17 Maret 2019 untuk keberangkatan H+9 pada 15 Juni 2019

18 Maret 2019 untuk keberangkatan H+10 pada 16 Juni 2019

Sumber Kumparan, edit koranbumn

Check Also

PTPN III Selenggarakan Sipro Culture Day 2019

 PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyelenggarakan Sinergi, Integritas, dan Profesionalitas (SIPro) Culture Day 2019 dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *