Home / Berita / Kejar Pembebasan Lahan, Agar Konstruksi Jalan Tol Cibitung Cilincing Diselesaikan Tepat Waktu.

Kejar Pembebasan Lahan, Agar Konstruksi Jalan Tol Cibitung Cilincing Diselesaikan Tepat Waktu.

PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP) sedang berupaya melakukan pembebasan lahan agar konstruksi jalan tol Cibitung Cilincing dapat diselesaikan secara tepat waktu.

Direktur Utama CTP, Thorry Hendrarto melansir progres pembangunan jalan tol hingga pertengahan Februari 2019 telah mencapai 50,51 persen. Jalan tol sepanjang 34 kilometer ini dijadwalkan rampung pada akhir 2019

Ruas JORR 2 yang paling panjang adalah ruas Cibitung-Cilincing yang terdiri atas 4 seksi, yakni Seksi I SS Cibitung-Gabus Indah panjang 13,1 km progresnya 61,7% dan Seksi II Gabus Indah-Muara Bakti sepanjang 6 km dengan progres mencapai 60,3%.

Menurut Thory, kedua seksi tersebut ditargetkan selesai Juni 2019 dan diupayakan agar bisa digunakan secara fungsional untuk pemudik yang ingin melintasi jalan ini.

“Masih diupayakan, saat ini masih mengejar pembebasan lahan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (4/4/2019).

Sebagaimana diketahui kawasan industri di Bekasi saat ini terfokus di wilayah yang dekat dengan akses jalan tol Jakarta – Cikampek. Pasalnya, jalan tol yang sudah beroperasi sejak 1984 itu menjadi akses tol utama untuk menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Adapun, jalan tol Cibitung – Cilincing akan menjadi akses alternatif dari kawasan industri di Bekasi menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Di sisi lain, saat ini CTP berupaya membebaskan lahan di seksi 4 (7,1 kilometer) dan diharapkan pada Juni 2019 bisa rampung.

Thorry menyebut, pihaknya berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian PUPR, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), dan Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat pembebasan lahan. Secara keseluruhan, progres pembebasan lahan kini telah mencapai 76 persen.

“Pembebasan lahan masih kurang 23 persen lagi,” ujarnya.

Jalan tol Cibitung – Cilincing dibangun dengan biaya investasi Rp10,8 triliun. CTP mendapat pinjaman sebesar Rp7,4 triliun dari sindikasi perbankan untuk membiayai proyek ini. CTP dimiliki oleh Waskita Toll Road (WTR) dan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dengan porsi kepemilikan saham masing-masing 55 persen dan 45 persen.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Mulai Oktober 2019, Penumpang Kereta Bandara Bisa Naik dari Manggarai

Stasiun Kereta Api Bandara di Manggarai, Jakarta sudah siap dioperasikan pada Oktober 2019. Dengan begitu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *