Home / Berita / Kemenristekdikti Bersinergi dengan BUMN Siapkan Pendidikan Tenaga Kerja Industri Kereta

Kemenristekdikti Bersinergi dengan BUMN Siapkan Pendidikan Tenaga Kerja Industri Kereta

Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, hari ini menjajal kereta MRT (Moda Raya Terpadu). Usai melakukan uji coba, dia mengatakan pemerintah sudah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk kebutuhan industri kereta dengan membuka program studi (prodi) baru di politeknik di Madiun dan Banyuwangi.

Prodi tersebut nantinya akan mendidik mahasiswa tentang pengoperasian dan perawatan kereta. “Dia (prodi) Politeknik Negeri Madiun, (di) Banyuwangi sudah ada Politeknik Banyuwangi, tinggal prodi kami sudah ada di Madiun adalah program studi gerbong, sinyal, dan pemeliharaan, semua yang ada di kereta api. Nah ini yang nanti bagaimana kita penggunaannya, tutur Menteri Nasir di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (16/3).

“Dosennya nanti dari industri, ya yang punya pengalaman dari PT Inka, PT KAI, dan dari Kementerian Riset Dikti. Nanti MRT bisa bantu,” lanjutnya.

Menurut Menteri Nasir, baik dari segi teknik mesin maupun layanan, pengelolaan SDM untuk kereta harus dilakukan dengan baik. Sebab, nantinya ada juga kebutuhan tenaga kerja skala besar untuk proyek kereta sedang Jakarta-Surabaya yang akan dibangun bekerja sama dengan China.

MRT sendiri dibangun atas kerja sama dari Jepang. Karenanya, Menteri Nasir mengimbau agar Indonesia terus menjaga hubungan kerja sama yang baik dengan dua negara tersebut selain juga memperkuat SDM.

“Supaya nanti sustainability-nya atau kelangsungannya itu terjaga dengan baik. Jangan sampai kita punya rusak kita tidak bisa memperbaiki. Ini masalah, oleh karena itu ini harus kita kuatkan untuk SDM-nya. Mudah-mudahan SDM bisa berkembang dengan baik,” tukasnya.

Menteri Nasir menambahkan, dia pun sudah membicarakan mengenai peresmian prodi untuk kebutuhan kereta bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno. Menurutnya, universitas di Madiun dan Banyuwangi sangat antusias menyambut adanya prodi baru ini.

Kami perluas, ternyata mereka sangat senang sekali dengan adanya apa yang saya buat program semacam ini. Saya bicara dengan Menteri BUMN, dia akan kembangkan nanti dengan Banyuwangi bersama-sama seperti apa yang di Madiun. Dan kita di Madiun juga kita resmikan bersama dengan bu Menteri BUMN juga,” tutur Menteri Nasir.

Dia menyatakan, kelas percobaan bidang kereta awal pun sudah dibuka sejak 2018. Tadinya, hanya tersedia 2 kelas, namun sekarang permintaan telah bertambah menjadi 10 kelas. “Ini permintaan dari PT Inka, PT KAI yang sangat tinggi sekali, dan ini yang harus kita masukkan antara Madiun dan Banyuwangi,” tandas Menteri Nasir.

Check Also

Menteri Bambang Mengelaborasi Strategi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjadi salah satu pembicara kunci dalam The Second Stolypin Forum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *