Home / Berita / Kementan Kerja Sama dengan Kementerian LHK, Manfaatkan Lahan Perhutanan Sosial sebagai Wisata Kebun Buah

Kementan Kerja Sama dengan Kementerian LHK, Manfaatkan Lahan Perhutanan Sosial sebagai Wisata Kebun Buah

Melihat keberhasilan kebun komersial dengan kemitraan swasta yang dibangun sejak 2016, Kementerian Pertanian (Kementan) berencana membangun kebun serupa dengan memanfaatkan lahan perhutanan sosial di Kabupaten Pemalang.

“Kementan melakukan kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memanfaatkan lahan perhutanan sosial sebagai kebun buah-buahan yang nantinya akan dijadikan sebagai wisata kebun buah,” ujar Plt Direktur Buah dan Florikultura, Sri Wijayanti Yusuf dalam keterangan tertulis, Rabu (17/4/2019).

Jika kebun buah itu dikelola dengan optimal, Sri optimis kelompok tani hutan akan merasakan hasil yang maksimal. Hal ini bisa merujuk kepada keberhasilan pengembangan pisang di Tanggamus dan lengkeng di Tuban. Produksi buah ini berkualitas sehinggaa akan memasok ke supermarket dan pasar ekspor.

“Kami akan bangun kebun buah di lahan perhutanan sosial di Kabupaten Pemalang dengan mengembangkan komoditas yang sesuai kondisi agroklimat dan dsukai pasar dengan pola kemitraan. Kali ini Kementan akan menggandeng Yayasan Obor Tani yang sebelumnya juga berperan sebagai mitra kita dalam pengembangan durian di Kebumen dan Pati,” jelasnya.

Berdasarkan survei, komoditas yang diprioritaskan di lahan tersebut adalah durian, meskipun secara teknis pengembangan bersama dengan lengkeng juga dimungkinkan. Tanaman sela di antara tanaman buah yang disepakati adalah nenas madu sebagai sumber penghasilan jangka pendek.

“Sebagai inisiasi, tahun ini Kementan akan memfasilitasi pembangunan kebun durian komersial di lahan perhutanan sosial seluas 10 hektare dengan pemeliharaan optimal dan mengusung konsep agrowisata. Sedangkan untuk benih nanas akan difasilitasi secara swadaya atau diupayakan dari dana APBD,” ujarnya.

Dia menuturkan, hasil survei ini akan ditindaklanjuti dengan pemetaan koordinat batas lahan, sosialisasi dan penetapan petani pelaksana oleh Pendamping Kelompok Perhutanan Sosial. Selain itu juga penandatanganan kerja sama antara semua pihak dalam pembangunan kebun komersial ini.

“Kami berharap inisiasi yang dilakukan Kementan ini ke depan dapat direplikasi ke daerah lain dan menjadikan lahan perhutanan sosial yang tidak produktif menjadi kebun agrowisata buah. Kegiatan ini tentunya mendongkrak produksi buah nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tandasnya.

Sumber Sindonews. editkoranbumn

Check Also

Pujasera di Rest Area Jagorawi Kompak Beralih Gunakan Tabung LPG Pink

Pertamina targetkan 65 tabung LPG (Liquefied Petroleoum Gas) Bright Gas akan digunakan oleh pengusaha kuliner …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *