Home / Berita / Kementerian Perhubungan Siapkan Anggaran Rp300 Miliar untuk Pengembangan Bandara Penyangga Ibu Kota Baru

Kementerian Perhubungan Siapkan Anggaran Rp300 Miliar untuk Pengembangan Bandara Penyangga Ibu Kota Baru

Kementerian Perhubungan menyiapkan sekitar Rp 300 miliar untuk pengembangan bandara penyangga ibu kota baru, Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, yang dimulai pada 2020-2023 mendatang. Selain perpanjangan landasan menjadi hingga 3.000 meter, terminal juga akan diperluas jadi 120.000 meter persegi.

Saat ini, Bandara APT Pranoto yang diresmikan Presiden Joko Widodo 25 Oktober 2018 lalu, punya runway hanya 2.250 meter dan lebar 45 meter. Sementara, luas bangunan terminal hanya 12.000 meter persegi dengan kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun.

Pekan lalu, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub bertemu DPR RI. Kemenhub melalui Menhub Budi Karya, menyatakan menyiapkan anggaran untuk pengembangan bandara Samarinda, yang juga jadi bandara penyangga ibu kota negara (IKN) baru.

“Saya ikut dalam dengar pendapat di Jakarta. Kemenhub siapkan hampir Rp 300 miliar untuk pengembangan Bandara APT Pranoto,” kata Kepala Bandara APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi, kepada merdeka.com di Kantornya, Jumat (13/9).

Anggaran Rp 300 miliar, nantinya digunakan perpanjangan runway 750 meter menjadi 3.000 meter dari sisi runway 22 mengarah ke Kutai Kartanegara. Untuk terminal, diperluas jadi 120 ribu meter persegi. Mengingat, luasan lahan tersedia di Bandara APT Pranoto masih cukup luas.

“Sekarang lagi proses review masterplan. Perluasan terminal mendesak. Sebab, kondisi sekarang, luas terminal 12 ribu meter persegi untuk 1,5 juta penumpang dengan estimasi 4.200 penumpang per hari,” ujar Dodi.

“Sekarang, penumpang di APT Pranoto rata-rata 4.500 penumpang per hari. Perluasan 10 kali lipat dari luas terminal sekarang, dilakukan bertahap mulai tahun 2020 sampai 2023. Kemenhub siapkan itu, dan menganggarkan mulai tahun 2020,” tambahnya.

Terkait 2 kota penyangga ibu kota negara, Balikpapan dan Samarinda, Kemenhub berencana menjadikan dua bandara di kedua kota itu saling melengkapi. “Bandara SAMS di Balikpapan sebagai internasional, dan Bandara APT Pranoto di Samarinda sebagai bandara domestik. Ya, bandara Samarinda jadi hub di Kalimantan Timur menghubungkan 34 provinsi. Itu yang disampaikan Pak Menteri,” jelas Dodi.

Dalam waktu dekat, lanjut Dodi, bandara penyangga ibu kota baru tersebut akan lebih dulu dilengkapi dengan kelengkapan AFL (Air Field Lighting) seperti lampu runway, lampu apron dan taxiway. “Minggu depan, sudah mulai pekerjaan sipil dan mobilisasi peralatan, kepada pemenang tender. Saya minta segera karena AFL sangat krusial,” tutup Dodi.

Sumber Merdeka , edit koranbumn

Check Also

Peruri Gelar Best Employee & Innovation Award 2019

Peruri menyelenggarakan malam penganugerahan/awarding night kepada penerima penghargaan dan pemenang Best Employee & Innovation Award …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *