Home / Berita / Ketum Rosan Roeslani Usul Perlunya Sinergi Swasta dan BUMN Garap Proyek Infrastruktur

Ketum Rosan Roeslani Usul Perlunya Sinergi Swasta dan BUMN Garap Proyek Infrastruktur

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan perlunya kerja sama antara swasta dan BUMN dalam menggarap proyek infrastruktur. Perlu ada bagi-bagi kue proyek agar peran swasta bisa ditingkatkan.

Ia menganggap sinergi BUMN dan swasta diperlukan karena BUMN juga perusahaan yang mempunyai limitasi dan rasio rasio kesehatan perusahaan.

“Masalah infrastruktur, kita ketahui ini sangat masif, 30-40% dapat dipenuhi pemerintah melalui APBN dan BUMN, sehingga peran swasta sangat perlu ditingkatkan. Kita juga sudah usulkan agar peran swasta secara masif.”

“Bagaimana portfolio yang sudah ada, seperti, port, jalan tol yang sudah jadi, portfolionya dilepas karena BUMN tetap punya limitasi,” kata Rosan saat berbicara di seminar Transformasi Ekonomi, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Ia yakin dengan cara ini pertumbuhan ekonomi akan dapat didorong dengan lebih cepat dan lebih baik.  Rosan menjelaskan lebih jauh pernyataannya kerja sama swasta dan BUMN.

“BUMN tetap adalah perusahaan yang mempunyai limitasi dan rasio rasio kesehatan perusahaan. Pasti tidak semua bisa mereka kerjakan. Kerja sama dengan swasta ini tetap diperlukan. Pendanaan di kita ini kan tidak terbatas,” ucapnya.

Soal pendaan, ia mengatakan bahwa konteks yang dimaksud adalah pendanaan lokal yaitu perbankan.

“Perbankan juga punya batasan maksimal berapa persen untuk satu industri. Jangan sampai porsi dari industri yang tertentu ini di pihak perbankan tersedot oleh BUMN sehingga swastanya saat mereka ajukan ke bank, mereka bilang limit untuk industrinya ini sudah full,” tambahnya.

Ia menilai perlu adanya sinergi antara BUMN dan swasta. Cara ini juga dianggapnya dapat mengurangi beban BUMN dalam utang.

“Kalau kita fair melihat, beberapa BUMN sudah high level terutama yang bergerak di bidang infrastruktur. Saya lihat yang penting sinergis lah. Portfolio mereka sudah bagus, lalu dilepas ke swasta. Itu mengurangi utang mereka juga, mereka dapat untung juga karena lepas untung,” jelasnya.

Jika sudah begitu, Rosan yakin bahwa BUMN dapat fokus untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur lainnya. Ia mengatakan sinergi itu sebenarnya sudah terjalin, namun perlu lebih ditingkatkan.

“Beberapa jalan tol sudah ditawar ke publik, ada swasta yang membeli. Kalau yang membeli BUMN lain ya itu mutar-mutar di situ saja,” katanya.

Wacana soal keterlibatan swasta di proyek nasional sudah pernah disuarakan juga pada beberapa tahun lalu. Pengusaha ingin swasta dilibatkan untuk mengerjakan proyek pemerintah di bawah Rp100 miliar.Rosan mengatakan wacana tersebut sudah berjalan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlalu mendominasi proyek pemerintah sehingga membuat susahnya investasi asing masuk ke dalam negeri. Di sisi lain, kemampuan BUMN untuk berutang untuk modal kerja juga terbatas.

Sumber CNBC, edit koranbumn

Check Also

LMAN Bayar Dana Pembebasan Lahan Tol Semarang – Demak Sebesar Rp66 Miliar

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) melakukan pembayaran sebesar Rp66 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *