Home / Anak Perusahaan / Kinerja Keuangan Phapros Turun, Laba Turun pada Semester I/2019

Kinerja Keuangan Phapros Turun, Laba Turun pada Semester I/2019

Kinerja keuangan PT Phapros Tbk (PEHA) kurang optimal. Sepanjang paruh pertama tahun ini, pendapatan emiten ini naik 35,6% menjadi Rp 552,11 miliar. Namun, laba bersihnya turun 9,6% secara tahunan menjadi Rp 47,74 miliar.

Sejatinya, pendapatan hampir di seluruh segmen bisnis PEHA naik. Segmen penjualan obat generik misalnya. Segmen yang berkontribusi paling besar terhadap pendapatan konsolidasi PEHA ini naik 45,7% menjadi Rp 293,16 miliar. Namun, pendapatan toll-in justru turun 70% menjadi Rp 5,3 miliar.

Sekretaris Perusahaan PEHA Zahmilla Akbar menjelaskan turunnya segmen toll-in karena saat ini PEHA hampir gunakan semua fasilitas produksinya dengan maksimal. “Sehingga ruang untuk pabrikan lain otomatis berkurang,” jelas dia, .

Asal tahu saja, toll-in dalam industri farmasi merupakan perjanjian bersama pihak ketiga untuk memproduksi obat bagi pihak ketiga tersebut. Imbalan jasa dari pihak ketiga itu yang menjadi pemasukan bagi PEHA.

Meski begitu, segmen toll-in bakal kembali digenjot. Pasalnya, PEHA saat ini tengah menambah kapasitas produksi. Sehingga, produksi segmen toll-in bisa lebih moncer lagi tahun depan.

Kenaikan Beban

Kenaikan beban turut menambah tekanan bagi laba perusahaan ini. Ambil contoh, beban pokok naik 46% menjadi Rp 255,73 miliar.

Beban keuangan PEHA juga naik. Bahkan, kenaikannya cukup signifikan, sebesar 176% menjadi Rp 34 miliar.

Penurunan ini, menurut Milla, terjadi lantaran sejumlah hal. Salah satunya akibat penarikan pinjaman untuk menutup biaya keperluan initial public offering (IPO).

Akibat sejumlah kenaikan tersebut, laba sebelum pajak penghasilan PEHA mengalami penurunan sekitar 8,6% menjadi Rp 64,36 miliar. Penurunan ini melebar hingga ke laba bersih perusahaan ini.

Manajemen optimistis kinerja keuangan ke depan kembali moncer. Terlebih, perusahaan bakal menghelat rights issue. Sebagian dananya nanti akan digunakan untuk ekspansi, baik secara organik maupun anorganik.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

5 Prioritas Presiden Jokowi, Masa Lima Tahun ke Depan

Presiden Joko Widodo menyampaikan lima aspek yang menjadi prioritas dalam periode kedua pemerintahannya sepanjang 2019 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *