Home / Berita / Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) dan Petrokimia Gresik Innovation Expo (PGIE) XXXIII di Gresik

Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) dan Petrokimia Gresik Innovation Expo (PGIE) XXXIII di Gresik

PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali menggelar Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) dan Petrokimia Gresik Innovation Expo (PGIE) XXXIII di Gresik, Rabu (24/4). Adapun tema KIPG & PGIE tahun ini adalah “Build Innovation Culture to Achieve Business Transformation”.

Hadir sebagai pembicara Dayu Dara Permata (29 tahun), generasi milenial yang menjabat Senior Vice President GO-JEK dan co-founder GO-LIFE sejak 2015. Dayu Dara berbicara tentang bagaimana inovasi mampu membawa GO-JEK menjadi startup company Indonesia pertama yang meraih predikat Unicorn (valuasi lebih dari US$ 1 miliar) pada 2017 dan baru saja naik predikat menjadi Decacorn (valuasi lebih dari US$ 10 miliar) pada 2019.

Direktur Utama PG Rahmad Pribadi menyatakan bahwa tujuan penyelenggaraan KIPG adalah sebagai sarana untuk menyampaikan kisah inovasi sukses (sharing knowledge), serta ajang penghargaan kepada gugus inovasi yang berprestasi pada kurun waktu 2018-2019.

“Kegiatan ini utamanya untuk mendorong Insan Petrokimia Gresik, terutama generasi milenial, agar berfikir kreatif dan inovatif. Karena perusahaan membutuhkan berbagai terobosan dalam program transformasi bisnis untuk mewujudkan diri sebagai perusahaan dengan solusi untuk agroindustri,” ujar Rahmad.

Kegiatan ini, lanjut Rahmad, juga bertujuan untuk memantapkan tradisi inovasi di perusahaan. Melalui kegiatan seperti ini, perusahaan telah banyak melakukan perbaikan dan peningkatan, baik dari segi kualitas produk, proses bisnis, optimalisasi teknologi, pelayanan, organisasi, dan sebagainya.

“Dan yang terpenting adalah bagaimana inovasi dapat memberikan nilai tambah, yaitu melalui efektifitas dan efisiensi biaya produksi maupun operasional perusahaan,” ujar Rahmad.

Adapun nilai tambah yang dimaksud adalah adanya nilai realisasi penghematan yang berdasarkan verifikasi internal perusahaan tercatat mencapai Rp 131,7 miliar (direct value creation riil, yaitu penghematan yang berkontribusi terhadap laba). Nilai efisiensi ini merupakan
hasil kegiatan dari 1.175 gugus inovasi di Petrokimia Gresik selama 2018-2019.

“Hal ini adalah bentuk nyata efisiensi yang kami lakukan untuk meningkatkan daya saing. Sedangkan nilai penghematan yang muncul dapat kami gunakan untuk mengembangkan dan memperkuat struktur bisnis perusahaan,” tambah Rahmad.

Selain PG, terdapat 9 perusahaan PG Group yang mengirimkan 17 gugus inovasi terbaiknya pada ajang ini. Mereka adalah PT Petrosida Gresik, PT Aneka Jasa Grhadika (AJG), PT Petro Graha Medika, PT Gresik Cipta Sejahtera (GCS), PT Petrokimia Kayaku, PT Petrokopindo Cipta Selaras (PCS), PT Graha Sarana Gresik (GSG), PT Kawasan Industri Gresik (KIG), dan Koperasi Keluarga Karyawan Petrokimia Gresik (K3PG).

Petrokimia Gresik Innovation Expo (PGIE) 2019 Sementara itu, untuk PGIE 2019, panitia menyediakan booth bagi para inovator PG dan anak perusahaan PG Group untuk mempresentasikan berbagai hasil karya inovatifnya kepada pengunjung.

PGIE 2019 bertujuan untuk mengenalkan hasil karya inovasi dan diharapkan mampu menginspirasi karyawan lainnya untuk mau berkontribusi dengan melakukan inovasi serupa di unit kerjanya masing-masing.

Go Digital

Berbeda dengan tahun sebelumnya, KIPG & PGIE 2019 memanfaatkan aplikasi digital dengan nama KIPG Apps yang dapat diunduh melalui Play Store dan Aps Store. Aplikasi ini meniadakan undangan cetak. Pengunjung dapat melakukan banyak hal saat acara berlangsung, mulai dari registrasi, bertanya kepada pembicara, mengunduh materi presentasi, memberikan voting, serta
mengambil souvenir dan konsumsi.

Sukses Inovasi di Tingkat Nasional

Selain apresiasi dari internal, sebanyak sebelas gugus inovasi PG mendapat apresiasi di ajang bergengsi tingkat nasional, yaitu Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) yang digelar pada tanggal 26-30 November 2018 di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Dalam ajang tersebut, gugus inovasi PG berhasil meraih 9 Platinum dan 2 Gold. Sedangkan perusahaan PG Group berhasil meraih 1 Platinum (PT AJG), dan 3 Gold (1 Gold oleh PT AJG dan 2 Gold oleh PT Petrosida Gresik).

Berbagai penghargaan di atas tak lantas membuat perusahaan puas. Perusahaan akan semakin terus menggalakkan karyawannya untuk selalu berpikir kreatif dan bekerja inovatif. Karena inovasi merupakah salah satu budaya perusahaan.

“Berpikir kreatif dan inovatif merupakan modal utama untuk meningkatkan daya saing dan melakukan transformasi bisnis. Terutama untuk mewujudkan diri sebagai perusahaan yang mendukung program ketahanan pangan pemerintah dan menjadi solusi agroindustri,” tutup Rahmad.

Sumber Petrokimia, edit koranbumn

 

Check Also

Pelindo Sambut Hangat Tamu Negara Peserta ASEAN Port Association Meet 2019 di Yogyakarta ⁣

Total seribu atlet dan kontingen dari sembilan negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN Ports …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *