Beberapa fasilitas pembangkit listrik mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang melanda Pulau Lombok sepanjang akhir Juli hingga Agustus tahun ini. PT PJB berpartisipasi membantu upaya perbaikan pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Santong dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gili Trawangan. Sejumlah staf dari Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) ditugaskan untuk melakukan pemetaan kerusakan struktur sipil pada kedua pembangkit tersebut. Pemetaan ini ditujukan untuk membantu pengelola pembangkit listrik mendapatkan informasi terkait metode perbaikan dan rehabilitasi kerusakan.

Pemetaan kerusakan struktur sipil dilaksanakan menggunakan metode pengamatan langsung, foto udara menggunakan drone dan pengukuran kekerasan beton dengan alat Schmidt Hammer. Staf BPWC yang berkompeten dan tersertifikasi di bidangnya diterjunkan dalam pemetaan ini. Team Leader dipegang oleh Supervisor Pemeliharaan Bendungan dan Bangunan Pelengkap BPWC Miftahul Jihan. Pelaksanaan pekerjaan didampingi oleh Ketua Tim Implementasi Manajemen Aset PT PJB Suryadi, Manajer PT PLN (Persero) Pusat Listrik Tanjung I Made Santiadhi dan Manajer PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Lombok Haryono serta tim PT PLN (Persero) Wilayah NTB.

PLTMH Santong dengan kapasitas 1 MW dan PLTS Gili Trawangan dengan kapasitas 200 kWp hingga saat ini belum dapat dioperasikan sejak terdampak gempa. Kedua pembangkit yang memanfaatkan energi baru dan terbarukan ini telah mengalami kerusakan pada struktur sipil pembangkitnya, dengan kategori minor hingga kategori mayor atau kerusakan parah. Selain itu longsoran tanah dampak gempa di beberapa titik juga mengganggu akses jalan menuju lokasi pembangkit.

Bantuan layanan Simple Assessment Pemetaan Kerusakan untuk PLTMH Santong dan PLTS Gili Trawangan yang diberikan PJB kepada PT PLN (Persero) Wilayah NTB Sektor Pembangkitan Lombok Pusat Listrik Tanjung, diharapkan dapat memberikan data yang dibutuhkan pengelola pembangkit. Terutama informasi terkait metode perbaikan dan rehabilitasi kerusakan, sehingga bisa membantu mempercepat pemulihan kelistrikan Pulau Lombok dan mendukung ketahanan enerji nasional. (har)