Home / Anak Perusahaan / Laba BUMN-Anak Usaha Tahun 2018 (10) : Askrindo Syariah Cetak Laba Bersih Rp14 Miliar

Laba BUMN-Anak Usaha Tahun 2018 (10) : Askrindo Syariah Cetak Laba Bersih Rp14 Miliar

Sepanjang 2018 PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 14 miliar. Perolehan laba bersih tahun lalu ini tumbuh 88 persen dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 6 miliar.

Pencapaian kinerja keuangan pada 2018 ini didorong Imbal Jasa Kafalah (IJK) sebesar Rp 225 miliar atau naik 29,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 176 miliar. Direktur Pemasaran Askrindo Syariah Supardi Najamuddin mengatakan perusahaan terus memfokuskan strategi implementatif dengan memaksimalkan potensi pasar penjaminan syariah di Tanah Air.

“Askrindo Syariah akan fokus pada penjaminan syariah segmen konsumtif sejalan dengan arah perkembangan bisnis perbankan syariah, sedangkan untuk sektor produktif akan tetap disasar secara selektif untuk tetap menjadi prudent underwriting,” ujarnya .

Menurutnya, pembiayaan yang paling diminati dan memiliki risiko rendah yakni pembiayaan berbasis payroll atau potong gaji. Hal ini tercermin dari pertumbuhan jumlah penjaminan (Kafalah) tahun lalu sebesar 11 triliun.

“Tahun ini harapannya naik 50 persen,” ungkapnya.

Sementara Direktur Keuangan & SDM Askrindo Syariah Subagio Istiarno menambahkan kinerja tahun lalu cukup baik dari sisi laba bersih dan premi IJK yang melebihi target sebesar 126 persen. Pada tahun ini, perusahaan menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 40 miliar.

“Target tahun ini laba bersih 40 miliar atau dua atau naik tiga kali lipat dari perolehan tahun lalu. Tahun lalu target laba tumbuh 88 persen dari target 15,87 miliar dan premi IJK naik di atas 60 persen,” ujarnya kepada Republika.

Di sisi lain, dia menjelaskan perusahaan akan menambah modal sebesar Rp 150 miliar. Tak hanya itu, strategi perusahaan juga akan dikembangkan pada bisnis prioritas pembiayaan konsumtif dan surety atau kontra bank garansi.

“Kami membuka peluang-peluang baru seperti bisnis pembiayaan umrah, perumahan pendapatan recoveries (subrograsi) dan nisbah ditingkatkan secara lebih intensif kebijakan efisiensi biaya, peningkatan teknologi informasi, bisnis suretyship dengan Maasya (mobile application Askrindo Syariah),” jelasnya.

Sumber republika, edit koranbumn

Check Also

Adhi Karya Anggarkan Belanja Modal Rp3,4 Triliun untuk Tahun 2020

Emiten konstruksi pelat merah PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berencana menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *