Home / Berita / Laba Kotor ANTAM pada Kuartal I/2019 Mencapai Rp 1,03 Triliun

Laba Kotor ANTAM pada Kuartal I/2019 Mencapai Rp 1,03 Triliun

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam membukukan capaian penjualan sebesar Rp 6,22 triliun. Penjualan perseroan tumbuh 9 persen dibandingkan periode sama pada tahun lalu Rp 5,73 triliun.

“Kita akan kejar ke depannya, akan kita susul,” ujar Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo di Jakarta, Senin (20/5).

Laba kotor perusahaan pada kuartal pertama tahun 2019 mencapai Rp 1,03 triliun, naik dua persen dibandingkan periode sama pada 2018 Rp 1,02 triliun. Sedangkan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) triwulan pertama 2019 mencapai Rp 701,47 miliar dibandingkan kuartal pertama tahun 2018 sebesar Rp 708 miliar.

“Capaian EBITDA yang positif didukung dengan capaian produksi dan penjualan komoditas utama Antam yang positif serta pengelolaan biaya tunai yang baik di tengah kondisi volatilitas harga komoditas global,” kata Sekretaris Perusahaan Antam, Kunto Hendrapawoko.

Sepanjang kuartal pertama tahun 2019, Antam juga membukukan laba usaha Rp 304,73 miliar. Selain itu BUMN tersebut juga mencatatkan laba bersih yang positif Rp 171,67 miliar.

Sebelumnya Antam membukukan kenaikan laba bersih tahunan pada 2018 sebesar Rp 874,42 miliar. Nilai ini melesat 541 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 136,5 miliar.

Peningkatan kinerja produksi dan penjualan Antam yang signifikan pada 2018 tersebut mendukung capaian positif earning before interest, taxes, depreciation, and amortization(EBITDA) menjadi Rp 3,33 triliun atau tumbuh 51 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat Rp 2,21 triliun. Sedangkan, peningkatan laba kotor Antam tahun 2018 mencapai 111 persen menjadi Rp 3,47 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,64 triliun.

Dengan adanya peningkatan laba kotor, maka laba usaha Antam pada 2018 tercatat Rp 1,85 triliun atau tumbuh 208 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp 600,6 miliar.

Sumber Republika, edit koranbumn

Check Also

Rapat Kerja Bersama dan Gathering PJT I dan BBWS Bengawan Solo

Kebutuhan akan pengelolaan sumber daya air terpadu di DAS Bengawan Solo menjadi dasar terlaksananya Rapat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *