Home / Berita / Literasi Adhi Karya : Bronjong

Literasi Adhi Karya : Bronjong

Pernahkah melihat batu berbungkus anyaman kawat di pinggir tebing sungai atau lereng,  itu namanya Gabion atau Bronjong. Bronjong adalah anyaman kawat baja berlapis galvanis atau lapisan anti karat, yang dianyam membentuk lubang persegi atau segi enam. Kawat baja ini dianyam dengan teknik lilitan ganda yang diikat secara kuat di antara sisinya sehingga tidak mudah terurai. Ikatan anyaman ini yang membuat bronjong mampu menahan tanah dari longsor atau erosi.

Mengingat banyak wilayah di Indonesia dikategorikan sebagai daerah rawan longsor, bronjong digunakan sebagai konstruksi dasar dari bangunan atau tanggul, untuk mengatasi hal tersebut.

Pada proyek konstruksi di sekitar tebing, lereng dan sungai, bronjong juga digunakan untuk mengatasi pergeseran tanah, mengatasi gerusan air sungai yang deras, menjaga tepi sungai terhadap arus aliran air dan memperkuat tebing tanah.

Sehingga menjaga stabilitas kondisi tanah di area kerja konstruksi. Namun, karena terbuat dari kawat berlapis galvanis, bronjong tidak tahan terhadap kondisi air yang mengandung kadar garam atau asam tinggi. Sehingga konstruksi ini kurang cocok untuk daerah di pesisir laut.

Sumber Adhi Karya, edit koranbumn

Check Also

SKK Migas Catatkan Realisasi Lifting Migas Telah Capai 89 persen dari Target APBN 2019

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *