Home / Berita / Literasi Adhi Karya : Konsep Hutan Vertikal

Literasi Adhi Karya : Konsep Hutan Vertikal

Tingginya tingkat polusi akibat emisi dan zat kimia yang beredar di udara sangat berbahaya bagi manusia. Apalagi jika keberadaan tumbuhan semakin sedikit untuk menyerap karbon monoksida (CO). Untuk itu, konsep hutan vertikal perlu digalakkan agar bisa menyeimbangi kebutuhan menyerap polusi, serta meningkatkan keanekaragaman hayati yang mungkin rusak selama proyek konstruksi.

Konsep hutan vertikal salah satunya diterapkan oleh Stefano Boeri, arsitek berkebangsaan Italia. Boeri membangun Apartemen Bosco Verticale di Milan, dengan 1000 spesies pohon tertanam. Apartemen setinggi 112 meter ini dibangun dengan balkon menonjol keluar di tiap fasadnya Di fasad tersebut, pohon dan semak ditanam untuk melindungi penduduk dari polusi akustik, partikel debu, angin kencang, hingga matahari langsung.

Sesuai dengan namanya yang berarti ‘hutan vertikal,’ apartemen ini mampu menyerap karbon dioksida (CO2) dan memaparkan oksigen ke udara sekitarnya.

Konsep ini juga dibawa oleh Boeri untuk memerangi polusi udara di Nanjing, China. Dengan 1.100 pohon dan 2.500 tanaman yang ditanam di masing-masing fasad gedung, sekitar 25 ton karbon dioksida setiap tahunnya bisa terserap oleh gedung serta menghasilkan 60 kg oksigen per hari.

Di Indonesia, masih belum banyak gedung yang menerapkan konsep hutan vertikal ini.

Sumber Adhi Karya, edit koranbumn

Check Also

Siasati Ketergantungan PLTA, Kamboja Minati Pembangkit Listrik Apung Buatan PAL

 Kamboja tertarik pada pembangkit listrik apung buatan Indonesia untuk menyiasati ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *