Home / Berita / Literasi Adhi Karya : Reklamasi

Literasi Adhi Karya : Reklamasi

Pasti sudah pernah dengar tentang reklamasi. Walaupun masih banyak kontroversi, pada kegiatan reklamasi yang sukses, justru menciptakan pulau buatan yang indah dan terkenal di dunia. Diantaranya adalah The Palm Jumeirah di Dubai-Uni Emirat Arab, Pulau Sentosa di Singapura, Port of Rotterdam di Belanda, Cao Fei Dian di China, Song Do International Business District di Korea Selatan dan masih banyak lagi. Lalu, bagaimana ya sebenarnya sistem pembuatan reklamasi pantai itu?

Selain bergantung dengan kondisi, jumlah lahan dan ketersediaan sumber daya, ada beberapa sistem reklamasi pantai, antara lain sistem kanalisasi, polder dalam, polder luar dan urugan. Sistem kanalisasi dilakukan dengan membuat kanal saluran drainase untuk menurunkan muka air, sehingga lahan bisa dimanfaatkan.

Kalau sistem polder dalam, dilakukan dengan penyedotan air yang dibuang ke waduk-waduk tampungan, kemudian air ini dialirkan ke laut. Sedangkan pada sistem polder luar, airnya langsung di buang ke laut. Lalu, sistem Urugan dilakukan dengan mengurug lahan yang akan direklamasi, diikuti dengan perlindungan sistem perbaikan tanahnya.

Seperti diketahui, pembangunan dengan perencanaan yang baik bermanfaat bagi daerah sekitarnya, begitupun dengan reklamasi. Reklamasi dapat melindungi daerah yang lebih rendah dari laut sehingga terhindar dari banjir dan erosi karena strukturnya kuat. Reklamasi juga dapat membuka mata pencaharian baru bagi warga, serta membuat daerah pesisir lebih terawat.

Namun, apabila tidak dipersiapkan dengan matang, reklamasi bisa berdampak pada rusaknya keseimbangan alam di sekitar pantai. Peninggian muka air laut bisa mengganggu hewan dan mematikan tumbuhan di sekitar, serta memungkinkan daerah pantai lain rawan tenggelam. Apabila kerusakan terjadi dalam jumlah besar, maka berpengaruh pada perubahan cuaca dan kerusakan bumi secara signifikan.

Sumber Adhi karya, edit koranbumn

Check Also

Indonesia Minim Sampah Plastik, IIKK TWC Buka Kegiatan Belajar Pengenalan Sampah Plastik

Ketua Ikatan Istri Karyawan-Karyawati (IIKK) PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *