Home / Berita / Literasi ITDC : Tradisi “Dile Jojor”

Literasi ITDC : Tradisi “Dile Jojor”

Masyarakat Dusun Tenges-enges, Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Lombok Barat punya tradisi Ramadhan yang unik. Yaitu tradisi “Dile Jojor”. Dalam tradisi ini masyarakat Lombok Barat di sini akan menyalakan ‘dile jojor’, sejenis obor yang berasal dari buah jamplung yang dibakar.

Masyarakat setempat sih seringnya menyebut tradisi ini sebagai tradisi “maleman”, karena memang dilakukan saat malam hari. Prosesi Dile Jojor diawali dengan membawa makanan berupanasi dan lauk-pauk ke masjid. Saat waktu berbuka datang, warga dan tokoh masyarakat akan menyantap bersama makanan tersebut, lalu shalat maghrib bersama. Nah, baru setelah shalat maghrib inilah obor dinyalakan.

Pria, wanita dan anak-anak di kampung ini meletakkan Dile Jojor di setiap sudut rumah dan tempat pemakaman desa. Kampung yang tadinya gelap gulita pun menjadi terang karena cahaya dari obor ini. Tradisi Maleman ini dilakukan setiap malam ganjil di sepuluh hari terakhir ramadhan.

Tradisi ini bukan tanpa tujuan. Dile Jojor dilestarikan sebagai tradisi khas ramadhan di Lombok Barat agar masyarakatnya selalu terjaga di malam-malam terakhir ramadhan. Umat islam menyebutnya sebagai malam Lailatul Qadar. Dengan adanya cahaya obor ini, diharapkan semua orang bisa terus terjaga dan terus beribadah agar mendapat nikmatnya malam Lailatul Qadar yang diyakini sebagai malam yang lebih mulia daripada Seribu Bulan.

sumber ITDC, edit koranbumn

Check Also

Manajemen & Redaksi KORANBUMN.com Mengucapkan Selamat Hari Jadi Dok Perkapalan Surabaya yang ke-109

Manajemen & Redaksi KORANBUMN.com Mengucapkan Selamat Hari Jadi Dok Perkapalan Surabaya yang ke-109 22 September …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *