Home / Berita / Literasi ITDC: Tradisi Ngejot

Literasi ITDC: Tradisi Ngejot

Tradisi perayaan Lebaran yang khas dilakukan oleh masyarakat Lombok ada tradisi Ngejot. Ngejot adalah bentuk silaturahmi dengan cara saling berbagi rejeki, Tradisi ini biasa dilakukan satu hari menjelang Lebaran atau pada saat Hari Idulfitri. Ngejot berasal dari kata ‘jot’ yang dalam bahasa Sasak berarti datang atau dalam bahasa Arab berarti silaturahmi. Ngejot itu sendiri berarti mendatangi atau bersilaturahmi.

Ngejot dilakukan dengan membawa berbagai macam makanan serta jajanan khas Paer Lenek dalam satu wadah dulang yang disebut Sampak. Jika sedang memiliki rezeki berlebih ada juga warga yang membawa kain dan mukena yang ditaruh dalam Sampak.

Sesajian itu kemudian dipersembahkan kepada kedua orang tua, mertua, tetangga terdekat, pemimpin, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Penyerahan sesaji dilakukan sekaligus dengan ucapan permintaan maaf kepada orang tua, mertua keluarga dan atau kepada orang yang diberikan dulang.

Tradisi Ngejot sebenarnya tidak eksklusif dilakukan di Lombok, di Bali juga ada tradisi serupa begitu juga di daerah lain di Indonesia.

Sumber ITDC, edit koranbumn

Check Also

Pekerjaan Saluran Air Tembus Headrace Tunnel, Konstruksi Proyek PLTA Jatigede Capai 70 Persen

Pekerjaan top heading excavation atau penggalian saluran air di Headrace Tunnel PLTA Jatigede 2×55 MW sepanjang 2.218,73 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *