Home / Berita / Literasi PLN : Listrik Tenaga Air

Literasi PLN : Listrik Tenaga Air

Tenaga Air menjadi pelopor pembangkit tenaga listrik di Indonesia. Berawal dari tahun 1866, data mengenai potensi-potensi terkait tenaga air mulai diperhitungkan.

Data-data mengenai potensi tenaga air yang dikumpulkan, akhirnya dimanfaatkan kurang lebih 20 tahun kemudian. Waktu yang cukup lama itu diperlukan untuk menemukan pola tenaga air di tanah Hindia Belanda. Berdasar data tersebut, dibangunlah waterstaatskadaster yang merupakan embrio dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang kita kenal sekarang.

Akhirnya pada tahun 1920, PLTA pertama di Indonesia dibangun. PLTA itu ialah PLTA Plengan dengan kapasitas sebesar 6,8 MW di selatan Bandung. Menyusul setelah itu dibangunlah PLTA Lamajan dengan kapasitas 19,5 MW pada tahun 19,5. Untuk memaksimalkan pembangkit listrik dari tenaga air, dibangunlah beberapa waduk untuk menampung air.

Hingga akhir Perang Pasifik, pembangunan PLTA dan infrastruktur-infrastruktur pendukung lainnya terus didorong. Dengan adanya pembangunan tersebut, kapasitas pembangkit tenaga listrik tenaga air mendominasi pada waktu itu.

Pembangunan pembangkit listrik tenaga air hingga kini makin diminati. Dari tahun 2017-2018, 5 kontrak pembangkit listrik tenaga air ditandatangani dengan kapasitas 1.104 MW.

Sumber Kementerian ESDM, edit koranbumn

Check Also

Bank Mantap Bentuk Unit Usaha Syariah

PT Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap membentuk unit usaha syariah. Saat ini bank tengah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *