Home / Berita / LMAN Segera Bayar Talangan Lahan Tol Jasa Marga Balikpapan-Samarinda Rp162,28 Miliar

LMAN Segera Bayar Talangan Lahan Tol Jasa Marga Balikpapan-Samarinda Rp162,28 Miliar

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di bawah Kementerian Keuangan segera membayarkan dana talangan pembebasan lahan tol kepada PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda senilai Rp162,28 miliar.

Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari mengatakan, pada prinsipnya pembebasan tanah merupakan kewajiban negara tetapi karena harus memenuhi serangkaian tata kelola, maka untuk poyek Strategis Nasional yang memerlukan percepatan dilakukan pembayaran terlebih dahulu oleh BUJT yang akan diganti oleh LMAN sesuai ketentuan.

Rahayu menyebutkan, LMAN telah melakukan pembayaran dana talangan ruas tol Balikpapan-Samarinda untuk Tahun Anggaran 2016 sampai dengan Tahun 2018 senilai total Rp284,32 miliar.

Menurutnya, masih terdapat nilai yang menunggu kelengkapan dokumen dari PPK kepada LMAN dan masih ada sejumlah tagihan yang dalam proses penelitian administrasi di LMAN dan segera dibayarkan.

“Mengingat permohonan tersebut baru disampaikan kepada LMAN di minggu terakhir Juli 2019. Totalnya sekitar Rp162,28miliar,” jelasnya.

Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi Rp 9,9 triliun.

“Ditargetkan dapat rampung pada akhir tahun 2019. Adanya tol dapat memangkas biaya logistik barang dan jasa dan waktu tempuh antar dua kota tersebut dari semula sekitar 3 jam, menjadi hanya 1 jam,” katanya.

Berdasarkan data kementerian PUPR, Jalan Tol Balikpapan – Samarinda juga menjadi akses penghubung Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. Akses menuju bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati Seksi V ruas Balikpapan – Sepinggan yang hanya berjarak sekitar 8 km dari bandara tersebut.

Jalan tol yang sering disebut Balsam ini telah dibangun sejak November 2016 terdiri dari 5 seksi, yaitu Seksi I ruas Balikpapan – Samboja (22,03 Km), Seksi II ruas Samboja – Muara Jawa (30,98 Km), Seksi III Muara Jawa – Palaran (17,50 Km), Seksi IV Palaran – Samarinda (17,95 Km), dan Seksi V ruas Balikpapan – Sepinggan (11,09 Km).

Dari lima seksi, Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi I dan Seksi V yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut. Pembangunan Seksi 1 menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim sebesar Rp 1,5 triliun dan APBN sebesar Rp 271 miliar, dimana Rp 79,88 miliar diantaranya dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Manggar sepanjang 613 meter.

Sedangkan untuk Seksi V didanai oleh APBN yang berasal dari pinjaman dari Pemerintah China sebesar Rp 848,55 miliar atau sekitar 8,5% dari total investasi. Untuk Seksi II-III dan IV, pembangunannya menggunakan dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Jasa Marga Balikpapan-Samarinda.

Diharapkan setelah terbangunnya jalan tol ini, akan menciptakan kawasan perekonomian baru di Pulau Kalimantan dengan mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri yang bergerak di sektor kelapa sawit, batubara, migas, dan pertanian.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Menteri Rini M Soemarno Apresiasi Perkembangan Proyek yang Dikerjakan Krakatau Steel

Kunjungan Menteri BUMN Rini M. Soemarno kemarin masih membekas kepada insan Krakatau Steel. Menteri Rini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *