Home / Berita / Manajemen Divre IV KAI Jalan Kaki 10 km untuk Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Manajemen Divre IV KAI Jalan Kaki 10 km untuk Pastikan Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api merupakan kunci utama keberhasilan dalam penyelenggaraan jasa transportasi kereta api. Dalam rangka menjamin kehandalan prasarana tersebut, kamis (21/3)

Pada pengecekan tersebut EVP Divre IV Tanjung Karang, Sulthon Hasanudin didampingi Deputy EVP, Beny Herbimawan dan Senior Manager Jalan Jembatan. M. Zakir bersama dengan managemen lainnya melakukan cek jalur kereta api dengan jalan kaki lintas stasiun Tulungbuyut sampai dengan stasiun Negararatu sejauh 10 km.

Pengecekan meliputi kondisi rel, pengukuran lebar sepur, keadaan bantalan, kehandalan wesel dan persinyalan yang berada di kedua jalur tersebut. Selain itu juga memastikan kondisi jembatan yang dilintasi dan melakukan pengawasan terhadap pekerja yang sedang melakukan perawatan jalan.

Kepada pekerja yang sedang melakukan perawatan di jalur KA, EVP berpesan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan aturan yang ada “yang lebih penting lagi jaga kesehatan dan keselamatan”, kata Sulton.

“Cek lintas ini akan dilakukan terus menerus minimal dua kali dalam satu bulan dengan lokasi yang berbeda, harapannya dapat langsung mengetahui kekurangannya sehingga bisa langsung dicari solusinya”, jelas Sulthon. “Dan kami selalu tekankan kepada para pegawai baik yang di lintas maupun di kantor bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kita semua, keselamatan harga mati yang tidak bisa ditawan-tawar lagi”, lanjutnya.

Demi keselmatan kepada seluruh petugas yang bersinggungan langsung dengan operasional KA Sulthon menekankan untuk selalu menggunakan APD dalam berdinas. Sulthon juga berpesan kepada Senior Manager Jalan Jembatan, M. Zakir untuk rutin melakukan pembinaan dan pengawasan kepada jajarannya agar menjalankan aturan maupun regulasi yang telah ditetapkan.

Sulton menekankan kepada para pekerja untuk membuat program kerja dan pembagian beban kerja secara proposional dan sistematis di masing-masing unit kerjanya, sehingga diharapkan hasil pekerjaannya terukur dan terencana dengan baik.

“Ini lebih berhubungan dengan beban lintas di wilayah kerja Divre IV yang dilalui kereta api Babaranjang dengan kapasitas mencapai 5.000 ton sehingga jangan sampai terjadi hambatan yang akhirnya tidak bisa mencapai target pengangkutan batu baranya”, papar Sulthon.

Sumber Tribunnews, edit koranbumn

 

Check Also

KBI Alokasikan Rp2,9 Miliar untuk Kegiatan Sosial

PT Kliring Berjangka Indonesia (persero) mengalokasikan anggaran mencapai Rp2,9 miliar untuk program kegiatan sosial pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *