Home / Berita / Mengenal Kelistrikan Tempo Dulu

Mengenal Kelistrikan Tempo Dulu

Pembangunan sistem kelistrikan di Indonesia pada masa penjajahan bukanlah hal yang mudah. Saat itu pembangunannya bisa dikatakan sangat terbatas.

Di tahun 1918, kapasitas terpasang kelistrikan Indonesia sekitar 21,7 MW. Angka tersebut diperoleh dari 3 jenis pembangkit listrik, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air, Uap dan Diesel. Angka kapasitas terpasang pembangkit tenaga listrik terus meningkat dari tahun ke tahun.

Hingga tahun 1940, kapasitas terpasang pembangkit mencapai angka 209,0 MW. Kapasitas tersebut berasal dari PLTA sebesar 108,3 MW; PLTU 61,7 MW dan PLTD 39,0 MW. PLTA masih menjadi penyumbang terbesar sektor kelistrikan masa itu. Namun, angka yang memiliki tren terus meningkat itu mengalami kendala pada masa penjajahan Jepang. Kerusakan dan tidak terurusnya pembangkit listrik dianggap menjadi penyebabnya.

Jauh berkembang dari masa penjajahan, kini kapasitas pembangkit terpasang telah mencapai angka 62,6 GW. Selain jumlahnya yang meningkat, sumbernya pun kini juga jauh lebih beragam. Tidak hanya mengandalkan pembangkit listrik tertentu saja.

Bauran energi primer pembangkit listrik di Indonesia terdiri atas batubara (60,5%), gas bumi (22,1%), BBM+BBN (5,0%) dan EBT (12,4).

Sumber Kementerian ESDM, edit koranbumn

Check Also

Pos Indonesia Kejar Target Jadi Pusat Kegiatan Distribusi Nasional

PT Pos Indonesia berharap bisa menjadi pusat kegiatan distribusi nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *