Home / Berita / Menteri Budi Karya Sumadi Serahkan 2 Kapal Rede ke Pelni di Sumenep

Menteri Budi Karya Sumadi Serahkan 2 Kapal Rede ke Pelni di Sumenep

Kementerian Perhubungan menyerahkan dua kapal redeuntuk beroperasi di Pelabuhan Kalianget, Kab. Sumenep, Jawa Timur, kepada operator pelayaran PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan, kebutuhan transportasi meningkat pada saat momen Lebaran. Untuk mengatasi permasalahan lonjakan penumpang, pihaknya pun menyiapkan dua unit kapal rede di Sumenep.

“Dua kapal ini kami serahkan ke Pelni. Nanti setelah Lebaran akan ada satu kapal lagi dari ASDP,” paparnya di sela-sela acara kunjungan kerja di Sumenep, Minggu (12/5/2019).

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka ramp check (pengecekan kelayakan) Kapal Perintis Nusantara 92 dan Penyerahan Operasional Kapal Rede. Turut menghadiri acara tersebut adalah Menteri Kesehatan Nina Moeloek dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Tercatat, jumlah penumpang naik dan turun di Pelabuhan Kalianget cenderung meningkat dalam 3 tahun terakhir pada masa Idulfitri. Pada periode Lebaran 2016, jumlah penumpang mencapai 11.404 orang, 2017 sebanyak 13.035 orang, dan 13.120 orang.

Kapal rede berfungsi  membawa penumpang dengan tujuan pelabuhan yang belum memiliki dermaga atau kedalaman alur dangkal. Fasilitas ini juga meningkatkan konektivitas antarpulau khususnya pelayanan di sektor transportasi laut pada daerah-daerah terpencil, terluar dan belum berkembang.

Kapal rede bernama Gandha Nusantara ini memiliki kapasitas penumpang 80 orang, dengan perincian 56 penumpang duduk dan 24 penumpang di geladak terbuka. Muatan kendaraan mencapai 10 ton.

Budi Karya pun mengimbau kepada operator pelabuhan untuk menyediakan tenda berkapasitas 500 orang. Tujuannya ialah menjaga kenyamanan dan kesehatan penumpang. Selain itu, keberadaan tenda membuat penumpang tidak memaksa naik saat muatan kapal sudah penuh.

“Kalau kita punya satu tenda kapasitasnya 500 orang, mereka bisa menunggu sesuai dengan jadwal. Kalau tidak ada tenda itu mereka memaksakan mau ikut kapal,” paparnya.

Dirjen Perhubungan Laut (Diren Hubla) Kemenhub Agus H. Purnomo menyampaikan, terkait dengan angkutan lebaran di Jawa Timur, pemerintah pusat berupaya memberikan dukungan yang optimal.

Untuk angkutan lebaran 2019, 4 kapal perintis yang saat ini beroperasi akan dilakukan penambahan frekuensi menjadi 8 kali, dengan menitik beratkan pada pelabuhan-pelabuhan yang diperidiksi akan mengalami lonjakan penumpang.

Pelabuhan ramai tersebut antara lain, Tanjung Perak, Masalembo, Gresik, Bawean, Sapekan, Jangkar Dan Raás. Adapun, daerah yang sering mengalami lonjakan paling tinggi pada saat angkutan lebaran adalah Tanjung Wangi, Kalianget, dan Kangean.

Dalam menjamin angkutan lebaran berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman, Ditjen Hubla dan unit pelaksana teknis di daerah akan terus memastikan kondisi kapal-kapal yang digunakan dalam kondisi laik laut dengan melakukan ramp check.

Pada Minggu, pihaknya akan melakuakn ramp check Kapal Sabuk Nusantara 92 yang melayari R16 tengah bersandar di Pelabuhan Kalianget. Kapal itu membawa 200 orang penumpang dari Kangean.

Adapun, penyerahan dua kapal rede digunakan untuk pelayanan angkutan laut perintis di wilayah Sapudi dan Sapeken. Diharapkan kapal-kapal rede ini bisa dimanfaatkan untuk melayani masyarakat yang ada di pulau-pulau tersebut secara optimal.

Saat ini biaya pengoperasian kapal-kapal rede masih dibiayai oleh Kementerian Perhubungan. Jika penggunaan load factornya sudah tinggi dapat dioperasikan oleh Pemda melalui BUMD yang ada.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Penataan Aset Negara, Jasa Tirta II Berharap Dapat Tingkatkan Pendapatan

Perum Jasa Tirta II merampungkan pembangunan hotel dan pusat pendidikan di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *