Home / Berita / Menteri Rini, Holding Perumahan Tingkatkan Kualitas Hidup Rakyat

Menteri Rini, Holding Perumahan Tingkatkan Kualitas Hidup Rakyat

Sesuai dengan maksud dan tujuan pembentukannya, BUMN memiliki peran strategis sebagai Agen Pembangunan untuk mendukung program-program Pemerintah. Sehubungan dengan visi dan misi Presiden Republik Indonesia yang tertuang dalam 9 Agenda Prioritas Pembangunan (Nawacita), khususnya butir-5 dan butir-6, BUMN harus mampu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan berperan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa Asia lainnya, serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Sesuai strategi dan arah pengembangan BUMN jangka menengah yang tercantum dalam roadmap BUMN tahun 2015-2019, pembentukan Holding BUMN secara sektoral menjadi salah satu kebijakan Pemerintah agar BUMN mampu berperan seperti diharapkan di atas. Holding Perumahan dan Developer Nasional adalah salah satunya.

Negara harus hadir dan menjadi bagian dari pemenuhan hak untuk masyarakat dalam memperoleh hunian layak. Holding BUMN akan menciptakan peluang lebih besar untuk  menyediakan rumah bagi jutaan rakyat Indonesia.

Sudah seharusnya Pemerintah memiliki tugas untuk menyediakan hunian, sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Penyediaan Perumahan, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dirasa sangat penting dan membutuhkan peran aktif dari Pemerintah, Pemerintah Daerah, BUMN Perumahan dan Developer Nasional, dan pemangku kepentingan terkait. Peran tersebut, yang meliputi pendataan, perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, perlu dioptimalkan agar kebutuhan rumah baru sebesar 1,2 juta unit per tahun bisa terpenuhi.

Indonesia memiliki kekayaan alam berupa wilayah daratan yang sangat luas. Namun ketersediaan lahan untuk perumahan, termasuk yang dikelola oleh BUMN Perumahan dan Developer Nasional masih belum mencukupi untuk menjawab kebutuhan hunian bagi masyarakat. Di sisi lain, tantangan dan permasalahan diantaranya mahalnya biaya perizinan untuk pembangunan perumahan, mahalnya harga bahan bangunan untuk pembangunan perumahan, kurangnya pengawasan dan pengendalian dalam penyelenggaraan pembangunan perumahan, dan masih tingginya backlog kepemilikan rumah menjadi pekerjaan rumah bersama. Masyarakat Indonesia khususnya kelompok berpenghasilan rendah, perlu diberdayakan secara terorganisir dan ditempatkan sebagai aktor penting pembangunan perumahan nasional.

Holding BUMN akan menciptakan peluang lebih besar untuk menyediakan rumah bagi jutaan rakyat Indonesia.

Selain itu, kepemilikan modal oleh BUMN Perumahan dan Developer Nasional juga masih rendah dibandingkan pemain swasta nasional maupun regional. Akibatnya, BUMN Perumahan dan Developer Nasional masih belum optimal dalam menjalankan perannya untuk mengusahakan kekayaan alam Indonesia berupa lahan perumahan bagi kemakmuran rakyat Indonesia. BUMN Perumahan dan Developer Nasional, secara sendiri-sendiri, juga memiliki keterbatasan kemampuan pendanaan untuk melakukan investasi, baik dalam rangka meningkatkan kapabilitas membangun rumahrumah baru dan kawasan serta untuk berinovasi dalam penyediaan kawasan terintegrasi. Struktur bisnis yang ada saat ini, dimana masing-masing BUMN Perumahan dan Developer Nasional hanya fokus pada satu segmen pasar dan kurangnya langkah sinergi.

Langkah penguatan BUMN Perumahan melalui holdingisasi BUMN Perumahan dan menjadi pilihan Pemerintah untuk menjawab Holding Bumn akan menciptakan peluang lebih besar untuk menyediakan rumah bagi jutaan rakyat indonesia dan mengatasi berbagai tantangan tersebut di atas. Struktur Holding BUMN Perumahan dan Developer Nasional akan memberikan lebih banyak keleluasaan untuk meningkatkan kapasitas untuk menyediakan hunian secara cepat dan ke depannya dapat mempercepat pembangunan Program Sejuta Rumah serta memberikan nilai tambah dalam penyediaan perumahan.

Pada saatnya nanti, pembentukan Holding BUMN Perumahan dan Developer Nasional diharapkan dapat berujung pada peningkatan skala bisnis menuju Champion City Developer. Pembentukan Holding BUMN Perumahan dan Developer Nasional akan melibatkan Perum Perumnas, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk,
PT Virama Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), dan PT Bina Karya (Persero) yang akan berkonsolidasi menghasilkan perusahaan Holding BUMN yang besar, kuat dan lincah.

Selanjutnya, realisasi sinergi antar-BUMN, baik di sektor perumahan dan pengembang maupun di sektor-sektor lain, serta scale up Holding BUMN Perumahan dan Developer Nasional, akan mendorong terwujudnya sebuah perusahaan kelas dunia yang fokus pada hilirisasi dan diversifikasi produk untuk menghasilkan nilai tambah produk yang optimal. Untuk itulah ‘BUMN Hadir untuk Negeri’ menyediakan hunian dan pengembangan kawasan untuk rakyat. Semoga!

Sumber Perumnas, edit koranbumn

Check Also

Dirut Pelindo IV Hadiri Rapat Persiapan Holding BUMN Maritim

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) bersama Direktur Operasi & Komersial Pelindo IV, Riman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *