Home / Berita / Napak Tilas Jajaran KAI ke Jalur KA Pertama di Indonesia

Napak Tilas Jajaran KAI ke Jalur KA Pertama di Indonesia

Dalam rangka memperingati HUT ke-73 PT Kereta Api Indonesia (Persero), Rabu (26/9) 70 pegawai KAI Daop 4 Semarang melaksanakan kegiatan Napak Tilas dari Stasiun Brumbung sampai dengan Stasiun Tanggung yang berjarak 11,6 km. Jalur ini merupakan bagian jalur Kereta Api pertama di Indonesia yang dibangun pada tahun 1864 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen, Semarang menuju desa Tanggung (26 Km). Jalur ini pertama kali dibuka pada 10 Agustus 1867, dan menjadi perlintasan kereta api pertama yang beroperasi di Indonesia. Jalur tersebut dibuka oleh Gubernur Jenderal Ludolph Anne Jan Wilt Sloet Van De Beele. Meski telah beroperasi selama ratusan tahun, namun jalur ini menjadi salah satu urat nadi perlintasan kereta api di Tanah Air.

Kegiatan Napak Tilas yang dimulai tepat pada pukul 07.00 dilakukan untuk mengenang sejarah perkeretaapian Indonesia. “Kita sebagai generasi penerus insan kereta api, harus banyak bersyukur bahwasannya transportasi kereta api di Indonesia hingga saat ini, terus mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Diharapkan nantinya, transportasi kereta api baik di sektor angkutan penumpang maupun angkutan barang, dapat terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga nantinya, transportasi kereta api bisa menjadi tulang punggung bagi transportasi nasional,” kata EVP Operasi 4 Semarang Yosita. Selain untuk mengenang sejarah, kegiatan ini juga dilakukan untuk memastikan kondisi jalur kereta api petak jalan Stasiun Brumbung s.d. Stasiun Tanggung aman untuk dilalui kereta api.

Di ulang tahun yang ke -73 ini, kami KAI akan terus berupaya dalam hal peningkatan pelayanan kepada para pengguna jasa kereta api. Diharapkan dengan langkah tersebut, pengguna jasa layanan kereta api di bagian wilayah Pantura tengah ini dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.  Pertumbuhan volume penumpang Kereta Api di wilayah Daop 4 Semarang yang tumbuh secara positif, ini bisa dilihat dari statistik jumlah penumpang pada tahun 2016 yang mencapai 5.064.000 penumpang. Lalu di tahun 2017 yang lalu, jumlahnya meningkat 15 % menjadi 5.808.033 penumpang. Dan di tahun 2018 ini, ditargetkan jumlah penumpangnya bisa mencapai 6.031.457 penumpang.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para pengguna jasa Kereta Api yang telah mendukung terhadap perkembangan angkutan massal berbasis rel selama ini. Diharapkan ke depannya, transportasi kereta api bisa terus meningkat peran sertanya di dalam roda pembangunan ekonomi di wilayah Jawa Tengah pada khususnya, dan Bangsa Indonesia pada umumnya,” ucap Manager Humas Daop 4 Semarang Suprapto. (Public Relations KAI)

Sumber situs Web KAI

Check Also

Lima Kementerian Bakal Garap Pengembangan Borobudur

Sejumlah kementerian diperintahkan Presiden Joko Widodo untuk turun gunung menggarap pengembangan Candi Borobudur. Hal itu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *