Home / Berita / PAL Indonesia Memperkuat Peran Pengembangan Pencegahan Bencana di Indonesia

PAL Indonesia Memperkuat Peran Pengembangan Pencegahan Bencana di Indonesia

Direktur Rekayasa Umum & Harkan Bapak Sutrisno dan tim menerima kunjungan kerjasama dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT – RI) yang dipimpin oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Bapak Dr Wahyu Widodo Pandoe. Kunjungan ini sebagai tindak lanjut atas MoU yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak, Bertempat di Gedung PIP PT PAL Indonesia (Persero), Selasa, (3/4)

Indonesia yang terletak di simpang pertemuan tiga lempeng aktif, yaitu Indo-Australia di selatan, Eurasia di utara dan Pasifik di timur menghasilkan lebih dari 70 sesar aktif dan belasan zona subduksi.

Ini pula yang memunculkan jalur gempa dan rangkaian  Gunung aktif di seluruh Indonesia. Setidaknya ada empat sesar (patahan) yang aktif dan sangat berbahaya bagi Indonesia.  Dengan kondisi geologi seperti itu, Indonesia menjadi salah satu negara rawan bencana di dunia.

Pada kesempatan tersebut, BPPT – RI memaparkan rencana pengembangan Tsunami Early Warning System (TEWS) dalam bentuk Buoy sejumlah 4 (empat) unit dan pengembangan FSRU serta LNG Carrier.

Direktur Rekayasa Umum dan Harkan PT PAL Indonesia (Persero) Bapak Sutrisno didampingi oleh Kepala Divisi Penjualan Rekumhar, Aris Wacana Putra dan Kepala Divisi Rekayasa Umum, Aris Suhariyono memaparkan kesiapan PT PAL Indonesia (Persero) dalam mengembangkan alat deteksi tsunami tersebut dalam bentuk Buoy.

Dikarenakan PT PAL Indonesia (Persero) telah memiliki pengalaman dalam pengembangan bangunan apung dan bertekanan. Direktur Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana BPPT – RI, Bapak Eko Widi Santoso mengharapkan dengan adanya Tsunami Early Warning System (TEWS) dapat memberikan peringatan dini bencana khususnya Tsunami yang memiliki dampak cukup besar jika terjadi. Dengan adanya TEWS tersebut dapat meminimalisir dampak bencana yang akan muncul. Selain membahas potensi kerjasa terkait TEWS tersebut, BPPT – RI juga menyampaikan rencana program Flagship pengembangan Mini LNG, Floating Storage Rergasification Unit (FSRU), Crane Barge, dan ALPO.

Sumber PAL Indonesia, edit koranbumn

Check Also

Jasa Tirta I Partisipasi ICWRDEP 2019 di Gedung Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Bertempat di Auditorium Prof Ir Suryono, Gedung Fakultas Teknik Universitas Brawijaya 12-13 Oktober 2019 dilaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *