Home / Berita / Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Habiskan Dana sebesar Rp10,5 Triliun

Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Habiskan Dana sebesar Rp10,5 Triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) menghabiskan dana sebesar Rp10,5 triliun untuk pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang berada di Kulon Progo, Yogyakarta. Rinciannya, Rp6,1 triliun digunakan untuk pembangunan fisik sementara Rp4,4 triliun untuk pembebasan lahan.

Corporate Communication Senior Manager Angkasa Pura I Awaluddin menuturkan, investasi tersebut bersumber dari obligasi yang diterbitkan melalui beberapa bank.

“Total keseluruhan yang ada Rp10,5 triliun ada untuk pembebasan lahan Rp4,4 triliun sedangkan pembangunan Rp6,1 triliun. Full itu infrastruktur dan pengadaan lahan, sumbernya ada beberapa, dari obligasi,” tuturnya kepada Bisnis di Kawasan Pembangunan Bandara YIA, Senin (6/5/2019).

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy W. Suradji menargetkan, Bandara Internasional Yogyakarta ini dapat mulai beroperasi penuh pada Desember 2019. Padahal, dalam kontrak pembangunanya, bandara ini ditargetkan selesai pada Juni 2020.

Dia berencana memindahkan penerbangan domestik dan internasional di Bandara Adisucipto Yogyakarta (JOG) ke Bandara YIA. Pasalnya, kapasitasnya nanti dapat mencapai 14 juta penumpang per tahun, sedangkan penumpang JOG sudah mencapai 8,4 juta penumpang dengan kapasitas hanya 1,8 juta penumpang.

Dengan demikian, pihaknya akan memindahkan penerbangan dari JOG ke YIA pada akhir tahun ini. “Akhir tahun ini, semuanya dipindahkan, yang jelas kalau dari sisi pelayanan saya mengejar sebelum liburan akhir tahun itu harus pindah,” tuturnya.

Saat ini terminal bandar YIA sudah beroperasi seluas 12.900 meter persegi, sementara terminal bandara JOG hanya berkisar 14.000 meter persegi. Rencananya, total luas terminal Bandara YIA akan mencapai 210.000 meter persegi.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Perum Perindo Aktif Ciptakan Terobosan di Keramba Jaring Apung Bali

Divisi Budidaya Perum Perindo terus menciptakan terobosan dan inovasi agar unit Keramba Jaring Apung (KJA) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *