Home / Berita / Pemerintah Fokus Genjot Investasi Hadapi Kelesuan Ekonomi Global

Pemerintah Fokus Genjot Investasi Hadapi Kelesuan Ekonomi Global

Pemerintah bakal lebih fokus untuk menggenjot realisasi investasi guna mencapai target pertumbuhan ekonomi di tengah pertumbuhan ekonomi global yang diproyeksi lebih lambat. Bank Dunia dalam laporan terbarunya memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari sebelumnya 2,9 persen menjadi 2,6 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi lantaran perang dagang antara Amerika Serikat dan China tidak kunjung usai. Bahkan, pemerintah China tengah menyusun daftar hitam bagi perusahaan AS sebagai respons atas ancaman kenaikan tarif bea masuk impor yang kembali diberikan oleh AS belum lama ini.

“Arah antara AS dan China tidak ada yang bisa tebak. Orang jadi pesimis bahkan,” ungkapnya di rumah dinas yang terletak di Jalan Widya Chandra, Senayan, Jakarta, Rabu (5/6).

Sayangnya, perang dagang yang tak kunjung reda membuat prospek kinerja perdagangan dunia secara keseluruhan ikut-ikutan suram. Sebab, kedua negara merupakan mitra dagang utama bagi perdagangan kebanyakan negara di dunia, termasuk Indonesia.

“Kalau dia (AS dan China) saling begini terus (melangsungkan perang dagang), pasti saling melambat, setelah itu tujuan ekspor kita (Indonesia) jadi terpengaruh,” terangnya.

Kendati begitu, mantan direktur jenderal pajak itu belum bisa memperkirakan seberapa besar tekanan perang dagang dan penurunan prospek ekonomi dunia terhadap kinerja ekspor Tanah Air. Namun, ia memandang ini sudah menjadi momentum bagi Indonesia untuk melihat indikator lain yang sekiranya lebih bisa diandalkan untuk menopang perekonomian, misalnya investasi.

Menurut Darmin, investasi akan menjadi tumpuan dan harus fokus ditingkatkan karena Indonesia tengah memiliki momentum pendorong investasi. Salah satunya, kenaikan peringkat daya saing Indonesia dari posisi 48 pada 2018 menjadi 32 pada 2019.

Kenaikan peringkat itu diberikan oleh International Institute for Management Development (IMD) belum lama ini. Dalam laporannya, Indonesia menjadi negara dengan peningkatan peringkat tertinggi di Asia Pasifik

“IMD Competitiveness membuat ada yang tetap mau investasi, banyak yang mau. Kita (Indonesia) attractiveness-nya lebih baik dan kebijakannya juga,” katanya.

Meski begitu, Darmin belum bisa meramal lebih jauh seperti apa target peningkatan investasi yang sekiranya bisa dicapai oleh Indonesia. Namun, ia menekan peningkatan investasi akan membuat ekonomi tetap terjaga dengan target 5,3 persen pada akhir tahun.

Sumber CNN Indonesia, edit koranbumn

Check Also

Pesan Presiden Jokowi ke Erick Thohir, “BUMN Ekspansi ke Pasar Modal”

Presiden Joko Widodo punya pesan khusus untuk menteri baru yang menangani Badan Usaha Milik Negara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *