Home / Berita / Pendapatan Tambah Daya PLN Capai Rp14,5 Miliar pada November 2019

Pendapatan Tambah Daya PLN Capai Rp14,5 Miliar pada November 2019

PT PLN (Persero) mencatat pendapatan penambahan daya melalui call center 123 pada November 2019 mencapai Rp14,5 miliar dan pendapatan layanan niaga lainnya, yakni pemasangan baru dengan nilai Rp11,3 miliar.

Adapun permintaan perubahan daya terbesar berasal dari pelanggan golongan tarif rumah tangga. Pada November 2019, sebanyak 7.789 pelanggan rumah tangga di Indonesia melakukan permintaan penambahan daya melalui call center 123.

Sisanya, yang melakukan penambahan daya periode November melalui call center 123 adalah golongan bisnis sebanyak 1.015 pelanggan, disusul golongan sosial 257 pelanggan, industri 27 pelanggan, pemerintah 17 pelanggan, dan golongan tarif khusus 6 pelanggan.

Sementara itu, penambahan permintaan pasang baru melalui call center 123 selama November juga didominasi oleh golongan rumah tangga dengan jumlah 6.053 pelanggan, disusul golongan bisnis 689 pelanggan, sosial 214 pelanggan, industri 75 pelanggan, pemerintah 16 pelanggan, dan golongan tarif khusus 5 pelanggan.

Vice President Public Relations PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan pelanggan yang menghubungi call center 123 tidak hanya melakukan pengaduan atas gangguan saja, melainkan juga dapat menerima layanan pemasangan baru maupun tambah daya.

Setidaknya, dalam satu hari ada sebanyak 1,2 juta pelanggan yang menghubungi layanan call center PLN 123. Sebanyak 60% di antaranya melakukan pengaduan, sedangkan sisanya melakukan permintaan layanan niaga berupa tambah daya maupun pasang baru.

Menurutnya, layanan niaga lewat call center PLN 123 lebih mudah karena pelanggan tidak perlu mendatangi langsung kantor PLN. Pelayanan yang diterima juga sama, yakni berupa pengerjaan instalasi listrik di rumah untuk penambahan daya maupun pemasangan baru yang akan direspons dengan cepat.

“Kami kan di beberapa bulan seperti Agustus lalu ada promo tambah daya, misalnya dari 900 VA mau meningkat ke 1.300 VA. Jadi, tinggal menghubungi call center 123 saja, dalam percakapan telepon tinggal menyebutkan nomor id saja dan membayar bisa lewat e-banking,” katanya, Jumat (13/12/2019).

Menurutnya, meskipun layanan call center 123 lebih mudah, pelanggan juga harus memahami betul perhitungan terakhir meteran listrik. Pasalnya, banyak pelanggan yang melakukan penambahan daya tetapi lupa dengan pencatatan meteran listrik terakhir sebelum melakukan tambah daya.

Hasilnya, banyak komplain karena bengkaknya tagihan listrik di bulan berikutnya. Pelanggan biasanya melupakan tagihan sebelumnya ketika tambah daya belum dilakukan.

“Kesulitannya ketika petugas kami datang, pelanggan sering tidak di tempat. Jadi, kami catat dan foto jika masih ada rekening yang belum dibayarkan di bulan sebelumnya,” katanya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Kerja Sama Kementerian ATR/BPN bersama PTPN III, Terkait Pendaftaran Tanah dan Penyelesaian Aset Tanah PTPN Grup

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Sofyan Djalil bersama Plt. Direktur Utama PTPN III …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *