Home / Berita / Penetapan Lokasi Jalur Kereta Api ke Bandara NYIA Baru Akan Keluar Akhir Maret ini

Penetapan Lokasi Jalur Kereta Api ke Bandara NYIA Baru Akan Keluar Akhir Maret ini

Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta menyebutkan penetapan lokasi jalur kereta api ke bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) baru akan keluar akhir Maret ini.

Setelah adanya penetapan lokasi, maka akan dibarengi dengan sosialisasi dan pembebasan lahan hingga konstruksi.

“Penetapan lokasi (penlok) dulu baru mereka bebaskan lahan. Yang ini saya janji akhir bulan ini penlok keluar supaya mereka (PT KAI) sosialisasi atau presentasi,” ujar Sekda DIY, Gatot Saptad, Kamis (14/3/2019).

Dia menjelaskan, jalur kereta bandara akan menggunakan jalur utama yang ada sekarang.

Hingga titik stasiun Kedundang, Temon diteruskan jalur baru yang akan dibuat dari stasiun Kedundang ke lokasi bandara.

Dia menjelaskan, jika penetapan lokasi keluar, PT KAI dapat segera melakukan sosialisasi dan pembebasan lahan, dilanjutkan konstruksi. Sehingga, ditargetkan akhir 2019 kereta api ke bandara sudah dapat beroperasi.

“Jalur utama tetep tapi jalur menuju ke bandara kan baru menyesuaikan desainnya bandara,” jelasnya.

Kepala Dishub DIY, Sigit Sapto Raharjo mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah mengenai penyiapan moda transportasi menuju bandara.

Pasalnya, selama stasiun Kedundang belum selesai dibangun jalur keretanya, maka kereta akan berhenti di stasiun Wojo.

“Kami akan berkoordinasi dengan Jawa Tengah termasuk bagaimana angkutan shuttle dari stasiun ke bandara. Kalau organda DIY sudah siap, namun karena masuk wilayah Jateng kami akan berkomunikasi,” ulasnya.

Menurut Sigit, jarak antara stasiun Kedundang dengan bandara NYIA cukup dekat. Sehingga, akses transportasi juga nantinya akan jauh sangat mudah.

Dia menambahkan, ada beberapa persiapkan yang dilakukan pihaknya diantaranya adalah parkir khusus angkutan di bandara.

“Ada beberapa bus yang akan digunakan untuk angkutan penumpang ke bandara, diantaranya adalah Damri. Untuk taksi belum diatur oleh Angkasa Pura dan Dishub. Nanti akan ada perjanjian yang diatur oleh pihak AP,” urainya.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Kemenhub, Zulmafendi sebelumnya menargetkan tahun depan pembangunan jalur di stasiun Kedundang sudah selesai.

Selama proses pengerjaan tersebut, penumpang bisa menggunakan akses di stasiun Wojo menuju bandara.

Kalangan Legislatif meminta pihak PT KAI benar-benar matang dalam menetapkan lokasi.

Selain itu, jalur yang ditetapkan untuk kereta api bandara ini juga tidak melalui permukiman warga yang berpotensi untuk mengganggu.

“Sebelumnya mesti harus dilakukan pemetaan lokasi yang akan dibangun rel kereta api. Setelah ketemu lokasinya diharapkan tidak melalui pemukiman warga, sedapat mungkin dihindari melalui permukiman,” kata Anggota Komisi A DPRD DIY, Slamet kepada Tribun Jogja, Kamis (14/3/2019).

Dia menjelaskan, sebelum dibangun seharusnya diselesaikan dulu analisa mengenai dampak lingkungannya.

Politisi partai Golkar ini menjelaskan, sesuai Undang-undang bahwa jika tanah itu untuk kepentingan umum, warga tak bisa menolak.

Selama pembebasan lahan, potensi konflik itu pasti akan ada, skalanya besar atau kecil, namun pasti bisa diselesaikan.

Menurutnya, pemda DIY dan Gubernur DIY sangat berpengalaman meredam konflik.

“Apalagi ini untuk kepentingan nasional, pasti sudah dipikirkan masak-masak. Masyarakat harus mendapat manfaat dari sini, misalnya soal ganti rugi harus proporsional,” jelasnya.

Sumber jogjatribune, edit koranbumn

Check Also

Edukasi Masyarakat Peduli Kebutuhan Hari Tua, BRI Tawarkan DPLK

Belum banyak orang yang mempersiapkan kebutuhan finansialnya di masa mendatang, terutama kebutuhan di hari tua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *