Home / Berita / Pengembangan Infrastruktur dan Sumber Daya, PNM Kembangkan Aplikasi PNM Digi

Pengembangan Infrastruktur dan Sumber Daya, PNM Kembangkan Aplikasi PNM Digi

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengembangkan aplikasi bernama PNM Digi. Aplikasi tersebut baru bisa diakses bagi karyawan perseroan dan berencana diluncurkan secara resmi pada tahun depan.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan bahwa pengembangan infrastruktur dan sumber daya PNM Digi melibatkan Telkomsel dan LinkAja. Dari kerja sama tersebut, PNM bisa memanfaatkan basis data serta jejak rekam transaksi tiap – tiap wilayah di Indonesia.

“Tujuannya untuk mengefektifkan dan efisiensi proses bisnis PNM sendiri,” kata Arief .

Secara umum, aplikasi ini menyediakan beberapa layanan mulai dari absensi karyawan, Telkomsel, penjualan pulsa, pembayaran PLN Pra Bayar, donasi, penjualan reksadana, informasi kantor cabang PNM dan lainnya.

Setelah digunakan karyawan, layanan ini berpotensi diperbesar hingga ke nasabah PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Uni Layanan Modal Mikro (ULaMM). Menurut Arief, potensi transaksi ke nasabah cukup besar, apalagi total nasabah perseroan berjumlah 5,41 juta orang per September 2019.

“Ini sudah kami gunakan ke karyawan dan keluarga mereka. Bayangkan saja, karyawan perusahaan ada 37 ribu orang, dengan keluarga mereka bisa capai 100 ribu orang. Setelah karyawan baru ke nasabah,” ungkapnya.

Selain meningkatkan transaksi, layanan ke nasabah juga merupakan bentuk pemberdayaan dan pengembangan usaha mereka. Misalnya saja, melalui kanal aplikasi tersebut jadi wadah komunikasi dan pemantauan terkait produk pembiayaan PNM serta perkembangan bisnis nasabah.

Keberadaan aplikasi tersebut melihat perkembangan teknologi finansial (tekfin) yang makin masif. Terlebih, kebanyakan kalangan milenial sudah melek digital, dimana seluruh kegiatan dan kebutuhan sehari-hari diakses melalui telepon pintar.

Sampai September 2019, PNM telah salurkan pembiayaan sebesar Rp 15,79 triliun, atau meningkatkan 84,17% yoy. Dari jumlah itu, program PNM Mekaar berkontribusi 82,20% dan sisanya PNM ULaMM.

Naiknya pembiayaan PNM berkat pertumbuhan program PNM Mekaar serta pertambahan jumlah kantor cabang. Sampai September 2019 saja, jumlah kantor cabang PNM tembus 2.792 kantor, atau naik 17,31% yoy. Kantor cabang ini tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Biasanya, penambahan kantor cabang akan membebani biaya operasional. Pihaknya mengakui adanya kenaikan biaya operasional tapi hal tersebut bisa ditutupi oleh pendapatan yang dikantongi perusahaan. Nantinya jumlah kantor cabang ini untuk memenuhi target pembiayaan bagi 10 juta nasabah di 2023

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

Dirut Edi Sukmoro Pastikan KAI akan Operasikan Tiga KA dengan Relasi Baru mulai 1 Desember 2019

PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) mulai 1 Desember 2019 akan memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *