Home / Berita / Peningkatan Konsumsi Pertamax Turbo di Lhokseumawe

Peningkatan Konsumsi Pertamax Turbo di Lhokseumawe

Animo konsumen Provinsi Aceh terhadap Pertamax Turbo  menunjukkan tren positif. Tahun lalu tercatat peningkatan konsumsi Pertamax Turbo sebesar 103% atau 20.000 liter dibanding tahun 2017. Rata-rata realisasi Pertamax Turbo untuk per bulan di Provinsi Aceh sebesar 4.000 liter per hari.

Menanggapi respon pasar yang positif, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menghadirkan Pertamax Turbo di Kotamadya Lhokseumawe. Produk ini untuk kali pertama hadir di SPBU 14.243.490 Lhokseumawe.

Branch Manager Marketing MOR I Aceh, Awan Raharjo, mengungkapkan Lhokseumawe dipilih karena kota tersebut terletak di antara Kota Banda Aceh dan Kota Medan. “Lhokseumawe menjadi persinggahan berbagai jenis kendaraan. Termasuk yang membutuhkan Pertamax Turbo,” ujar Awan.

Pertamax Turbo, lanjut Awan, merupakan bahan bakar untuk kendaraan-kendaraan yang membutuhkan kinerja mesin tinggi. Bahan bakar dengan RON 98 berstandar EURO 4 ini diformulasikan Pertamina bersama pabrikan super car Lamborghini. Kehandalannya telah diuji di kejuaraan Lamborghini Blancpain Supertrofeo Series di Eropa.

Saat ini, Pertamax Turbo dibanderol Rp 11.200 per liter dan telah tersedia di 12 SPBU di Provinsi Aceh. SPBU tersebut tersebar di beberapa wilayah Provinsi Aceh yaitu Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bireuen, Kota Langsa, Kota Lhokseumawe, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, serta Kabupaten Pidie Jaya.

Pelanggan yang membeli Pertamax Turbo juga bisa mengikuti program Berkah Energi Pertamina (BEP). Program BEP serentak dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia selama 1 tahun penuh hingga 31 Juli 2019 sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen yang menggunakan produk-produk berkualitas Pertamina. Hadiah utama dari program ini adalah 61 Pasang Paket Umroh serta 1 Mobil Mercy C300 Cabriolet, 6 Harley Davidson Softail, 16 Mobil Toyota Innova Diesel dan 61 Motor Yamaha NMax ABS.

sumber PERTAMINA, edit koranbumn

Check Also

Jumlah Ideal Masih Dipelajari, OJK Pertimbangkan Batasi Jumlah P2P Lending terdaftar

Bisnis fintech peer to peer lending semakin bertumbuh sejak pertama industri ini diatur oleh Otortitas Jasa Keuangan (OJK) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *