Home / Berita / Penyesuaian Rencana Bisnis Bank BTN

Penyesuaian Rencana Bisnis Bank BTN

Bank BTN tengah mengubah strategi bisnisnya tahun ini. Penyebabnya, situasi ekonomi global dan domestic yang masih belum menentu. BTN pun telah melakukan kajian ekonomi makro dengan mengubah asumsi makro lantaran pertumbuhan ekonomi uang diperkirakan lebih rendah dari asumsi awal. Sehingga suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate diperkirakan terus turun seiring dengan inflasi yang relatif stabil. .

Ada sejumlah penyesuaian Rencana Bisnis Bank (RBB) dengan mempertimbangkan kinerja bisnis perseroan. Perubahannya meliputi pertumbuhan kredit hingga akhir tahun yang diprediksi berkisar 10-12%. Sementara, Dana Pihak Ketiga (DPK) diprediksi juga tumbuh di level yang sama yaitu 10-12%, serta aset ditargetkan bisa tumbuh di kisaran 8-10%. Untuk Pendanaan, Bank BTN melakukan kombinasi antara dana dari wholesale funding seperti penerbitan obligasi berkelanjutan tahap II dan mengejar dana murah dari produk tabungan dan deposito. 
Adapun segmen kredit yang digenjot adalah KPR non subsidi, kredit komersil dan kredit konstruksi. .

Ada beberapa hal yang jadi stimulus pertumbuhan kredit pada semester kedua tahun ini di antaranya kebijakan BI melonggarkan Giro Wajib Minimum (GWM). Dengan proyeksi meningkatnya penyaluran kredit, BTN juga akan lebih ketat dalam menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL).

Perusahaan menargetkan NPL gross tetap dijaga di bawah 2,5%. Pada RBB, revisi dari target rasio perbankan diantaranya, Rasio Kecukupan Modal dan rasio kredit macet dengan tetap menyesuaikan dengan aturan regulator. Untuk Capital Adequate Ratio (CAR) ditargetkan Maryono bisa bertahan pada kisaran 17-19%.

Selain itu Maryono memberikan penjelasan terkait rencana aksi korporasi yang sudah direncanakan sebelumnya akan tetap dilaksanakan seperti akuisisi Perusahaan Modal Ventura untuk menjadi ‘vehicle’ memiliki saham di LinkAja dan menuntaskan proses akuisisi PT PNM Investment Management (PNMIM) yang saat ini masih terus berjalan untuk sampai pada ujung dari rencana akuisisi tersebut, dimana pada akhir Juni lalu sudah diselesaikan transaksi tahap 1.

 

 

Check Also

Kembangkan Bisnis Kargo Udara, Pesawat Tanpa Awak Garuda Indonesia Masuk Proses Sertifikasi

Kementerian Perhubungan sedang memproses sertifikasi pesawat tanpa awak atau unmanned aircraft vehicle yang akan digunakan PT Garuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *