Home / Berita / Permintaan Pasar di Bali, WIKA Target Produksi 11.400 Unit Sepeda Motor Listrik Gesits

Permintaan Pasar di Bali, WIKA Target Produksi 11.400 Unit Sepeda Motor Listrik Gesits

PT WIKA Industri Manufaktur menargetkan mampu memproduksi 11.400 unit sepeda motor listrik Gesits mulai Agustus hingga Desember 2019 untuk memenuhi permintaan pasar di Bali.

Direktur Operational WIKA Industri Manufaktur Ahmad Arief mengatakan dalam beberapa pameran di Pulau Dewata animo peminat terhadap sepeda motor ramah lingkungan ini cukup tinggi.

“Kami masih dalam penjajakan agar Gesits bisa segera mengaspal di Bali,” katanya, Senin (19/8/2019).

Menurut Ahmad untuk memudahkan pemasaran dan distribusi, sepeda motor listrik asli Indonesia ini akan memiliki dealer sendiri di Bali.

Pemasaran Gesits akan ditangani langsung oleh PT Gesits, sedangkan PT WIKA Industri Manufaktur akan fokus menangani produksi.

Ia berterima kasih kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang memberikan perhatian terhadap kehadiran Gestis di pameran pembangunan yang digelar pemprov.

Sepeda motor listrik ini sangat cocok di Bali yang sedang getol melakukan aksi lingkungan dan menginginkan pulau ini hiju, bersih, dan lestari.

Ahmad Arief menjelaskan harga penjualan di Bali dipatok sekitar Rp25 juta per unit. Harga ini relatif lebih murah dari harga sebelumnya yang mencapai Rp30 juta hingga Rp35 juta per unit.

Harga tersebut sepadan dengan kualitas dan spesifikasi yang dimiliki Gesits yang tidak menimbulkan polusi  asap dan suara bising.

“Uniknya, Gesits juga bisa berjalan mundiur dan dilengkapi aistem speedometer yang bisa terhubung langsung dengan HP pengendara melalui bluetooth,” katanya.

Sepeda motor listrik ini menggunakan baterai Li-Ion NCM 72V 20Ah dengan garansi 1.000 life cycle atau kurang lebih 2,5 tahun.  Daya motor sebesar 2Kw, peak 5Kw.

“Ini tergolong besar, mengingat motor listrik yang beredar di pasaran saat ini hanya memiliki daya motor dibawah 1Kw,” katanya.,

Ia menyebut kecepatan maksimum bisa mencapai 70km/h, sedangkan motor listrik lain yang beredar dipasaran saat ini hanya memiliki kecepatan maksimum sebesar 45km/h.

Cara pengisian ulangnya dengan menggunakan charger selama 3 jam dan dapat dikembangkan dengan sistem swapping (tukar baterai). Untuk tiga jam pengecasan ini sendiri bisa dipakai untuk menempuh jarak sekitar 70 km.

Selain rencana pemasaran di Bali dalam waktu dekat, PT WIKA Industri Manufaktur juga merespons baik keinginan Gubernur Bal, Wayan Koster yang ngin menghadirkan pabrik motor atau tempat perakitan sepeda motor listrik ini di Jembrana, Bali.

“Ya, masih perlu studi terkait rencana pembangunan pabrik di Jembrana tersebut dan memerlukan waktu hingga tahun depan,” ujarnya.

Sumber Bisnis Edit koranbumn

Check Also

Hingga Kuartal III/2019, Total Pelanggan PLN Berjumlah 74,16 Juta

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus gencar menambah jumlah pelanggan. Hingga kuartal III 2019, jumlah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *