Home / Berita / Pertama Kali Pegadaian Bangun Bank Sampah di Jawa Tengah melalui Program Pegadaian Bersih-Bersih.

Pertama Kali Pegadaian Bangun Bank Sampah di Jawa Tengah melalui Program Pegadaian Bersih-Bersih.

Untuk pertama kalinya PT Pegadaian (Persero) membangun bank sampah di Jawa Tengah melalui Program Pegadaian Bersih-Bersih. Ditandai dengan diresmikannya Bank Sampah ‘Ngudi Lestari’ Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Semarang.

Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto mengatakan pembangunan Bank Sampah Ngudi Lestari ini menunjukkan bahwa perseroan semakin gigih untuk  mengubah sampah menjadi emas.

“Ini merupakan pertama kalinya Pegadaian membuka bank sampah di Jawa Tengah melalui Program Pegadaian Bersih-Bersih. Adanya bank sampah ini merupakan upaya untuk mengatasi potensi kerusakan lingkungan dan pemberdayaan manusia. Termasuk mengelola dan mengubah sampah menjadi emas,” ujar Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto, Banyumanik, Semarang, Minggu (3/2).

Kuswiyoto menjelaskan program Pegadaian Bersih-Bersih mengajak seluruh masyarakat di Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik untuk peduli lingkungan dengan mengkapitalisasi sampah menjadi emas. Lalu masyarakat diberikan pembekalan mengenai pengolahan sampah secara baik dan benar, untuk ditukar dengan emas oleh tim Pegadaian.

“Tim kami akan memberikan pembekalan mengenai cara mengumpulkan dan mengolah sampah, selanjutnya dikonversikan menjadi Tabungan Emas.”

Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Semarang terpilih menjadi lokasi pembangunan Bank Sampah Ngudi Lestari sebagai upaya mengurangi sampah di Semarang. Hal ini dikarenakan jumlah volume sampah di Semarang mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Tercatat pada November 2018, jumlah volume sampah di Semarang mencapai angka sekitar 1.400 ton/per hari. Sampah-sampah tersebut banyak didominasi oleh sampah rumah tangga.

Menurut, data Ditjen Pengelolaan sampah KLHK juga menunjukkan jumlah sampah per-kapita di Indonesia sebanyak 7 kg/ per-hari atau sebesar 65 juta ton sampah dalam kurun waktu satu tahun. Sampah tersebut terdiri dari 57% sampah organik, 16% pelastik besar, 10% kertas, dan 17% lainnya.  Hal ini mengakibatkan Indonesia menjadi negara nomor dua sebagai pemasok sampah terbesar di dunia setelah Negara Tirai Bambu, Cina.

Sedangkan itu, Pegadaian memberikan bantuan untuk pembangunan Bank Sampah sebesar Rp249.796.000,-. Tidak hanya itu, perseroan juga memberikan bantuan untuk sarana dan prasarana Bank Sampah sebesar Rp116.790.000,-.

“Pegadaian juga memberikan bantuan sebesar Rp15.920.000,- untuk sarana prasarana di selter Usaha Makro, Kecil,  dan Menengah (UMKM), pasang listrik, peralatan usaha, dan lain-lain,” ujar Kuswiyoto.

Pada kesempatan yang sama, Ka BUMD biro perekonomian: Bp. Haerudin, SH, MH mengungkapkan bahwa dirinya sangat apresiasi terhadap pembangunan Bank Sampah Ngudi Lestari melalui Program Bersih-Bersih Pegadaian. Karena dianggap dapat membantu melestarikan lingkungan.

“Program Pegadaian Bersih-Bersih ini sangat membantu masyarakat untuk melestarikan kesejahteraan lingkungan, apalagi dengan cara mengubah sampah menjadi emas. Ini akan sangat membantu tidak hanya dari sisi lingkungan tapi juga untuk sektor ekonomi.”

Sumber Pegadaian, edit koranbumn

Check Also

PTP Multipurpose Adakan Apel Umum K3

Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, PTP Multipurpose anak usaha IPC/Pelindo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *