Home / Berita / Pertamina Apresiasi Kontraktor Mitra Pemulihan TBBM Donggala

Pertamina Apresiasi Kontraktor Mitra Pemulihan TBBM Donggala

Terminal BBM (TBBM) Donggala yang menyuplai kebutuhan BBM wilayah Sulawesi Tengah merupakan lokasi operasi Pertamina yang tak luput dari bencana gempa dan tsunami pada akhir September lalu. Trestle (penghubung ke dermaga) hancur diguncang gempa, filling shed (pompa BBM) pun jebol dihantam tsunami.

Upaya pemulihan TBBM Donggala tentunya tak bisa diselesaikan sendiri oleh Pertamina. Itu sebabnya kontraktor mitra Pertamina sudah terlibat pemulihan TBBM Donggala sehari pasca bencana. Mereka memperbaiki tangki timbun, sarana fasilitas dermaga, ring sistem PMK dan pengadaan material logistik.

Agus Salim, Manager Proyek CV. Utama Prima menceritakan kesulitan yang dihadapi dalam mendukung pemulihan TBBM Donggala. “Pada awalnya kami kesulitan dalam pengiriman logistik, karena akses jalan yang masih banyak tertutup serta isu keamanan,” ujar Agus. Perusahaannya mengirimkan 30 pekerja untuk pemulihan TBBM.

Atas kontribusi para mitra kontraktor dalam memulihkan TBBM, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII memberikan apresiasi kepada PT. Anta Jaya Utama, CV. Bintang Prima dan PT. Karya Prima Lestari Utama dalam acara Vendor’s Day di Hotel Ibis Styles Rabu (14/11/2018).

General Manager Pertamina MOR VII Werry Prayogi mengatakan, selain untuk apresiasi, Vendor Days bertujuan untuk lebih menyosialisasikan pengelolaan aspek health, safety & environment (HSE) pada para kontraktor.

“Kami selalu berhadapan dengan potensi risiko bahaya dalam pelaksanaan pekerjaan. Sehingga Pertamina mengelola aspek HSE semaksimal mungkin untuk mewujudkan operasi yang aman, andal dan efisien. Termasuk kepada para kontraktor sebagai mitra kerja Pertamina, harus juga mengelola aspek HSE ini,” jelas Werry.

Pengelolaan aspek HSE dilakukan melalui Contractor Safety Management System (CSMS). Yaitu sistem yang dikelola untuk
memastikan bahwa kontraktor yang bermitra dengan Pertamina telah memiliki sistem manajemen HSE. “Tidak hanya Pertamina, kontraktor yg bermitra demgan kami juga dituntut memenuhi dan mampu menerapkan persyaratan HSE dalam pekerjaan kontrak yang dilaksanakan,” ujar Werry.

Hingga kini Pertamina MOR VII menjalin kerja sama kemitraan dengan 80 kontraktor. Mereka diantaranya bergerak di bidang elektrikal, sipil, tenaga kerja, pengadaan barang, jasa transportasi dan jasa konsultasi non konstruksi. Kesemuanya merupakan perusahaan lokal yang mengkaryakan putra putri daerah.

Pada kesempatan tersebut, diberikan pula penghargaan pada kontraktor yang menerapkan CSMS terbaik, yaitu PT. Tri Karya Utama Perdana. CV. Jaya Teknik diganjar penghargaan sebagai kontraktor yang aktif berkontribusi melaporkan kondisi dan perilaku tidak aman melalui sistem Patuh. Penghargaan untuk kontraktor paling aktif dalam pengadaan barang dan jasa diberikan pada CV. Pafindo.•MOR VII

Sumber PERTAMINA

Check Also

CSR Semen Baturaja Selenggarakan Pelatihan Teknis Pembuatan Batako dan Konblok

Semen Baturaja bekerjasama dengan Forum CSR Kesos Sumsel menyelenggarakan pelatihan Teknis Pembuatan Batako dan Konblok …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *