Home / Berita / Pertamina EP Cepu Bantu Potensi Ekonomi Bumdes Makmur Rejo

Pertamina EP Cepu Bantu Potensi Ekonomi Bumdes Makmur Rejo

PT Pertamina EP Cepu untuk memberikan kemanfaatan lebih bagi masyarakat sekitar terus ditegaskan. Kali ini, perusahaan minyak dan gas yang berlokasi di Bojonegoro ini membantu memaksimalkan fungsi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dalam memaksimalkan potensi ekonomi yang ada di sana, salah satunya adalah Bumdes Makmur Rejo desa Bandungredjo Bojonegoro melalui budidaya ayam petelur.

Asmen Field Relation Masyarakat PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Edi Purnomo mengatakan bahwa Pertamina EP Cepu memiliki program Corporate Social Responsibility yang ditekankan pada empat faktor, yaitu pendidikan, lingkungan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.

“Dari sisi pemberdayaan ekonomi, saat ini kami berupaya membantu Bumdes-Bumdes di sekitar proyek Jambangan Tiung Biru untuk mengembangkan satu usaha. Harapan kami nantinya proyek Jambangan Tiung Biru ini dikelilingi oleh desa binaan, ada desa batik, desa ayam petelur dan lain sebagainya,” ujar Edi Purnomo saat Lokakarya Media 2019, SKK Migas dan KKKS wilayah Jabanusa di Surabaya, Senin (23/4/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sebenarnya pemerintah kabupaten Bojonegoro telah menginisiasi atas terbentuknya Bumdes di seluruh wilayah mereka. Sedikitnya, ada sekitar 416 unit Bumdes di Bojonegoro melalui program dana pembangunan desa. Namun dengan berjalannya waktu, Bumdes-Bumdes tersebut tidak bisa berfungsi maksimal karena tidak memiliki unit usaha yang profesional. Bahkan banyak juga yang tidak memiliki rencana bisnis dan usaha yang jelas.

“Apalagi modal yang diberikan sangat kecil, hanya sekitar Rp 2,5 juta per unit Bumdes. Sehingga Bumdes-Bumdes tersebut akhirnya tidak memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Dari sini kemudian kami berusaha memberikan kontribusi untuk pengembangan Bumdes,” tambahnya.

Sebagai pilot project, Pertamina EP Cepu membantu Bumdes Makmur Rejo yang berlokasi di desa Bandungredjo untuk melakukan budidaya ayam petelur. Pilihan budidaya ayam petelur karena melihat besarnya potensi ekonomi pada bisnis tersebut.

Community Relations and CSR Pertamina EP Cepu, Edi Arto mengatakan, kebutuhan telur di wilayah Bojonegoro mencapai 8.715 ton telur per tahun. Untuk memenuhinya, Bojonegoro harus mendatangkan dari daerah lain, misalnya dari Blitar, Tulungagung dan Kediri. “Secara market sangat menggiurkan untuk dikembangkan,” tegasnya.

Ia mengatakan, budidaya ayam petelur di Bojonegoro memang agak gambling karena cuaca di Bojonegoro cenderung panas, tetapi mereka terus melakukan evaluasi. Sebagai uji coba, pada Juni 2018 ada sekitar 1.500 ekor ayam petelur yang dikembangkan. Dan saat ini, sudah ada 4.000 ekor ayam petelur dengan 4 unit kandang.

“Dari Juni 2018 hingga sekarang, total produksi telur yang telah dihasilkan mencapai 15.917 kilogram atau sekitar 15 ton lebih dengan nilai uang sebesar Rp 314, 666 juta. Harapan kami, Bumdes-Bumdes lainnya akan mengikuti karena denganembangun usaha penjunjang, misal usaha pakan ternak. Apalagi Bojonegoro juga terkenal dengan produksi jagungnya yang bisa digunakan untuk bahan baku pembuatan pakan ternak,” pungkasnya.

Sumber Kumparan, edit koranbumn

Check Also

Kampus Indonesia Masuk Peringkat Universitas Terbaik ASEAN versi THE

 The Times Higher Education baru saja merilis Peringkat Universitas Dunia 2020 yang mencakup hampir 1.400 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *