Home / Berita / Perum Jamkrindo Terus Berinovasi untuk Meningkatkan Aksesibilitas Finansial UMKM dan Koperasi.

Perum Jamkrindo Terus Berinovasi untuk Meningkatkan Aksesibilitas Finansial UMKM dan Koperasi.

Perum Jamkrindo terus meningkatkan peran peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional. Perum jamkrindo telah melakukan inovasi untuk meningkatkan aksesibilitas finansial UMKM dan Koperasi.

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan inovasi terbaru berupa platform marketplace guarantee (MPG) bernama aplikasi UMKM Layak, mampu menciptakan captive market penjaminan. Aplikasi itu dapat diakses melalui laman umkmlayak.co.id dan berfungsi menjadi alat analisa kelayakan usaha UMKM sekaligus mempertemukan UMKM layak kredit dengan lembaga keuangan penyalur kredit.

“Aplikasi ini berperan menilai kelayakan usaha UMKM melalui sistem pemeringkatan yang mengintegrasikan metodologi Jamkrindo Scoring (JScore), psikometrik, LPIP (Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan) dan data NIK,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (15/3).

Dia menjelaska aplikasi UMKM Layak dapat mempermudah UMKM dalam mengakses permodalan dari lembaga keuangan mitra Jamkrindo. Perum Jamkrindo bertindak sebagai pemasok data UMKM potensial yang layak kredit dan layak jamin kepada mitra penerima jaminan yaitu lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank.

”Sebagai alat analisa kelayakan usaha UMKM, aplikasi ini memadukan data dan informasi usaha, karakter melalui psikometrik serta rekam jejak kredit/pembiayaan UMKM. Dengan analisa menyeluruh, diharapkan tidak ada lagi informasi asimetris antara UMKM dengan lembaga keuangan,” ucapnya.

Dari sisi UMKM, dengan memiliki aplikasi ini maka UMKM memiliki potret memiliki posisi tawar yang lebih baik. Sementara itu, dari sisi lembaga keuangan, terutama perbankan, aplikasi ini dapat menjadi referensi calon debitur kredit yang memang layak untuk diberi permodalan.

Sementara Kepala Divisi Manajemen Risiko dan PUKM Perum Jamkrindo Ceriandri Widuri menambahkan, ada ratusan UMKM yang hadir untuk mengikuti sosialisasi UMKM Layak. Selain memperoleh akses terhadap pembiayaan, dengan terdaftar dalam aplikasi UMKM Layak.

“Aplikasi ini masih dalam tahap pilot project. Rencananya kami akan sosialisasikan terlebih dahulu di 4 wilayah dengan target 1.000 UMKM terdata di aplikasi dan dapat diajukan untuk memperoleh kredit/pembiayaan dari perbankan,” ungkapnya.

Sumber Republika, edit koranbumn

Check Also

Literasi Keuangan dengan Media Wayang Kulit di Alun-Alun Wonosobo

Salah satu upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat adalah melalui sosialisasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *