Home / Berita / PGN Pacu Distribusi Gas pada Kuartal IV/2019

PGN Pacu Distribusi Gas pada Kuartal IV/2019

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. akan memacu kinerja pada kuartal IV/2019 guna mengejar target perseroan pada tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2019, emiten berkode saham PGAS itu membukukan pendapatan US$1,78 miliar, turun 6,80% dari US$1,91 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari situ, perseroan mengantongi laba bersih US$54,04 juta. Pencapaian tersebut lebih rendah dari US$179,38 juta pada semester I/2018.

Gigih Prakoso Soewarto, Direktur Utama Perusahaan Gas Negara, mengatakan bahwa turunnya kinerja perseroan pada periode tersebut disebabkan oleh faktor eksternal.

“Karena kan pada semester I/2019 terjadi penurunan karena suplai dari hulunya terganggu,” ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Kendati demikian, secara keseluruhan kinerja perseroan sepanjang tahun ini masih sesuai target yang ditetapkan. Perseroan akan terus akan mengerek kinerja keuangan pada semester II/2019 dengan meningkatkan volume distribusi gas dan menjalankan program efisiensi.

Pada kuartal IV/2019, emiten berkode saham PGAS tersebut menargetkan distribusi gas ke niaga mencapai pada kisaran 950–970 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD).

“Pada kuartal II dan III kita berusaha kejar dan kuartal IV seharusnya bisa sesuai target, kami sih antisipasinya target kami akan tercapai akhir tahun,” jelasnya.

Dalam laporan sebelumnya, Direktur Keuangan Perusahaan Gas Negara Said Reza Pahlevi menyebut perseroan akan melakukan program efisiensi dari anggaran operasional. Hal itu khususnya untuk beban yang tidak terkait dengan peningkatan pendapatan.

“Dengan strategi itu kami berharap dapat mendekati target yang dibidik pada 2019,” imbuhnya.

Sekretaris Perusahaan Perusahaan Gas Negara Rachmat Hutama mengatakan perseroan menyalurkan gas bumi sebanyak 2.938 BBTUD. Secara detail, volume gas distribusi 932 BBTUD dan volume transmisi gas bumi 2.006 BBTUD.

Jumlah pelanggan yang dilayani perseroan lebih dari 350.000. Cakupan infrastruktur pipa gas bumi sepanjang lebih dari 10.000 kilometer (km) termasuk jaringan gas untuk melayani sektor rumah tangga sepanjang lebih dari 3.800 km.

Dia menyatakan PGN akan terus membangun dan memperluas infrastruktur gas bumi. Hal itu sejalan dengan tingginya kebutuhan energi di dalam negeri yang menjadi peluang bagi perseroan untuk mengoptimalkan penggunaan gas bumi di berbagai daerah.

“Kebutuhan energi di dalam negeri yang semakin besar menjadi tantangan bagi PGN untuk menyediakan gas bumi yang akan menciptakan multiplier effect luas bagi sektor industri dan ekonomi nasional. Infrastruktur akan tetap menjadi fokus PGN untuk mengalirkan gas bumi dari hulu hingga ke konsumen,” imbuhnya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

4 Pembangkit Energi Baru untuk Papua

Perusahaan Lisrik Negara menetapkan empat pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) untuk Provinsi Papua dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *