Home / Berita / PHE WMO bersama DKPP Kabupaten Gresik, Sosialisasikan Kegiatan Aman Beraktivitas Nelayan di Daerah Terbatas – Terlarang

PHE WMO bersama DKPP Kabupaten Gresik, Sosialisasikan Kegiatan Aman Beraktivitas Nelayan di Daerah Terbatas – Terlarang

Salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PHE West Madura Offshore (WMO) bersama Dinas Perikanan dan Kelautan (DKPP) Kabupaten Gresik mengadakan Sosialisasi Kegiatan Aman Beraktivitas Nelayan di Daerah Terbatas dan Terlarang, pada (4/4/2019).

Kegiatan yang berlangsung di Resto Legend Gresik ini dihadiri oleh Palaksa Lanal Batuporon, Mayor Laut (E) Kangiadi, Kepala DKPP Gresik Chairul Anama, Ketua HNSI Gresik Samaun, Ketua HNSI Bangkalan Khotim, perwakilan Polres Gresik, perwakilan Kodim 0817 Gresik, Dinas ESDM, Muspika Kecamatan Gresik Kota, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Gresik, Pelido, Jasatama, Ketua 28 Rayon HNSI di tujuh wilayah Kecamatan pesisir pantai Gresik serta tokoh masyarakat nelayan Kecamatan Klampis, Sepulu dan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.

Field Operation Manager PHE WMO Much. Yani menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan kerja sama para nelayan dalam menjaga keselamatan dan keamanan bersama dalam beraktivitas di sekitar wilayah operasi PHE WMO serta mengingatkan kembali akan bahaya gas bertekanan tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Field Security Supervisor PHE WMO, M. Agung Wibowo memberikan penjelasan terkait area terbatas dan terlarang di wilayah kerja WMO termasuk jarak aman serta potensi bahaya di area terbatas dan terlarang untuk keselamatan para nelayan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu, Eko Hadiwijaya S.Pi dari DKPP Gresik memaparkan tentang kartu pelaku usaha perikanan dan kelautan sebagai informasi dasar dalam membangun negara serta pesan keselamatan dalam beraktivitas nelayan, menjaga kelestarian ikan, serta peran Dispolair dalam menertibkan nelayan yang menggunakan alat berbahaya dan tidak ramah lingkungan.

Di penghujung acara, Palaksa Lanal Batuporon Mayor Laut (E) Kangiadi dan Ahmad Zaeni dari Syahbandar Utama Tanjung Perak menyampaikan paparan mengenai Pengamanan Obyek Vital Nasional menurut Undang-Undang RI serta penegasan terkait Daerah Terbatas dan Terlarang dan Tanda Buoy di laut.

“Semoga sosialisasi ini meningkatkan kesadaran para nelayan mengenai keselamatan dan meningkatkan pemahaman area terbatas dan terlarang di Wilayah Kerja WMO,” pungkas Field Operation Manager PHE WMO Much. Yani

Sumber Pertamina , Edit koranbumn

Check Also

Bank Mandiri Seleggarakan Mandiri Customer Care Summit

Bank Mandiri kembali menyelenggarakan Mandiri Customer Care Summit (MCCS) di Jakarta pada tanggal 16-20 September …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *