Home / Berita / PLN Prediksi Penjualan Listrik Turun Hingga 35 persen Selama Lebaran 2019

PLN Prediksi Penjualan Listrik Turun Hingga 35 persen Selama Lebaran 2019

PT PLN (Persero) memprediksi akan ada penurunan penjualan listrik sekitar 30% hingga 35% selama lebaran 2019 lantaran tidak beroperasinya sejumlah pelanggan industri.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin mengatakan periode libur yang cukup panjang pada tahun ini yakni sekitar dua minggu memang sangat mempengaruhi penjualan listrik PLN. Pengaruh paling besar datang dari sejumlah pelanggan industri yang tidak melakukan operasi. Begitu juga dengan pelanggan rumah tangga yang melakukan mudik maupun menurunkan aktivitas selama di rumah.

PLN berencana mengejar target penjualan listrik pasca libur lebaran berakhir. Permintaan pelanggan baru maupun tambah daya akan dilakukan percepatan untuk menutupi penurunan penjualan selama lebaran.

“Kalau aktivitas sudah mulai normal beban baru akan naik, memang cukup besar pengaruhnya,” katanya, Kamis (23/5/2019).

Selain itu, PLN juga melakukan diskon tambah daya selama lebaran untuk mengoptimalkan kerja pembangkitan sehingga berpengaruh bagi penjualan listrik. Diskon tambah daya dinilai menjadi cara yang cukup ampuh lainnya untuk menutupi penurunan penjualan.

Menurutnya, masyarakat cukup tertarik dalam program diskon tambah daya. Walaupun tidak mampu memberikan angka pertumbuhan pelanggan tambah daya, Amir mengatakan PLN berniat untuk kembali melakukan perpanjangan periode diskon.

Adapun Promo Gemerlap Lebaran 2019 ini berlaku sejak 17 Mei 2019 pukul 00.00 hingga 30 Juni 2019 pukul 23.59. Promo yang ditawarkan berupa diskon Biaya Penyambungan (BP) Lebaran 2019.

PLN menghadirkan Diskon Tambah Daya sebesar 50% dengan maksimum potongan sebesar Rp10 juta. Khusus pelanggan golongan tarif sosial dengan peruntukan rumah ibadah, mendapatkan diskon BP sebesar 100% alias gratis.

Kesempatan ini diberikan kepada pelanggan yang melakukan Tambah Daya Tegangan Rendah mulai dari 220 VA sampai dengan 197 kVA. “Data yang kami terima cukup signifikan. Kalau memang bagus kita perpanjang nanti,” katanya.

sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

4 Pembangkit Energi Baru untuk Papua

Perusahaan Lisrik Negara menetapkan empat pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) untuk Provinsi Papua dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *