Home / Berita / PTPN III akan Genjot Produksi Empat Komoditas Utama

PTPN III akan Genjot Produksi Empat Komoditas Utama

Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (persero) mengaku bakal menggenjot produksinya. Ada empat komoditas utama yang akan digenjot yakni komoditas sawit, karet, teh dan tebu.

Seger Budiarjo, Plt Direktur Utama PTPN III menyebut produksi setiap tahun akan digenjot sehingga pada tahun 2023 mendatang, produksinya setara dengan industri. Oleh karena itu, manajemen juga menyiapkan skema investasi baik dari internal maupun eksternal.

Sampai semester I, PTPN III telah memproduksi 4,78 juta ton TBS, selain itu juga 1,05 juta ton produksi CPO, produksi kernel sebesar 184.611 ton, Rendemen CPO mencapai 22,29 ton, rendemen kernel 3,93 ton.

“Rata-rata sudah mendekati 20 ton CPO per hektare, itu angka yang tidak terlalu jauh dengan benchmark di industri. Apalagi itu yang di industri itu secara konsolidasian di tahun 2020 minimal per hektarenya itu bisa dicapai,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/9)?

Selain itu, produksi karet kering mencapai 74,32 ton, produksi teh kering mencapai 28.329 ton, rendemen teh 22,14 ton. Sedangkan produksi tebu mencapai 2,22 juta ton, produksi gula 135,08 ton, produksi tetes 97.349 ton, rendemen gula 6,85 ton.

Kendati tidak merinci berapa besaran persen peningkatan yang bakal dibidik pada tahun ini dan tahun depan. Namun manajemen berharap pertumbuhan produksi ini bisa dibarengi dengan stabilitas harga sehingga kinerjanya bisa membaik.

Sampai semester I, PTPN III mencatat penjualan sebesar Rp 13,67 triliun jumlah tersebut turun 8,92% ketimbang capaian sebelumnya Rp 14,89 triliun. Rugi bersih juga membengkak dari Rp 256.46 miliar menjadi Rp 1,79 triliun.

Oleh karena itu, manajemen akan memaksimalkan kembali potensi pendapatan noncore perusahaan baik program asset settlement, properti investasi dan pendapatan noncore lainnya. Selain itu, juga akan melakukan efisiensi biaya secara menyeluruh.

Salah satu yang dilakukan juga melakukan investasi peremajaan atau replanting pada 4% dari total 500.000 hektare lahan sawit miliknya. Selain itu di sisi hilir juga mengoptimalkan fasilitas pengolahan minyak goreng di Sei Mangkei dengan kapasitas 600.000 ton per tahun.

Perusahaan juga mengoptimalisasi Kawasan Industri Sei Mangkei, Simalungun Sumatera Utara. untuk menarik investor untuk datang.

Saat ini sudah ada 4-5 perusahaan baru yang akan masuk ke kawasan industri tersebut sayang dirinya belum merinci berapa tingkat okupansi Kawasan Industri Sei Mangkei saat ini.

“Sekarang tinggal bagaimana kami pasarkan kawasan itu untuk investor bisa masuk. Tetapi juga peran pemerintah daerah dan pusat untuk beri insentif agar investasi bisa masuk ke Kawasan Industri Sei Mangkei,” tutupnya.

Sumber kontan, edit koranbumn

Check Also

Dirut Edy Setijono Memberi Arahan kepada 22 Mitra Usaha PKBL TWC

Direkrut Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono memberi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *