Home / Berita / Pupuk Kaltim Bekali Ratusan IRT Guntung Pembuatan Kompos Cair dan Padat

Pupuk Kaltim Bekali Ratusan IRT Guntung Pembuatan Kompos Cair dan Padat

Pengelolaan lingkungan bersih dengan menjaga kawasan sekitar tempat tinggal bebas dari sampah, menjadi salah satu konsentrasi pembinaan Pupuk Kaltim bagi masyarakat, khususnya di bufferzone Perusahaan. Upaya tersebut sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli pada kebersihan, dimulai dari pengelolaan sampah rumah tangga. Gagasan ini dituangkan Pupuk Kaltim melalui Departemen CSR, dengan sosialisasi pembuatan kompos cair dan padat menggunakan limbah atau sisa makanan, bagi ratusan Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara pada 6 September 2018.

Bekerjasama dengan Kelompok Usaha Bersama (Kube) Mekarsari, Pupuk Kaltim mengedukasi para peserta untuk dapat memanfaatkan sisa bahan makanan menjadi kompos, yang diharap mampu memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat. Menurut Superintendent Bina Lingkungan dan Kemitraan Departemen CSR Pupuk Kaltim Udiyanto, persoalan sampah hingga saat ini menjadi perhatian penting berbagai kalangan, tak terkecuali di Kota Bontang. Hal itu melihat dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan, serta berpengaruh pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Seperti Kelurahan Guntung yang pada 2010 mendapat predikat hitam (Black Award) dari Pemerintah Kota Bontang, akibat tidak terkelolanya sampah dengan baik hingga mencemari lingkungan sekitar. Hal itu menarik perhatian Pupuk Kaltim, dengan memberikan pembinaan bagi Kube Mekarsari melalui pemanfaatan sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Inovasi tersebut pun berhasil diterapkan, hingga mengantar Mekarsari menjadi Kube terbaik pertama di tingkat Nasional.

Semangat ini pula yang mendorong Pupuk Kaltim untuk menerapkan upaya serupa secara lebih luas, dengan menggandeng para IRT se-Kelurahan Guntung untuk lebih peduli pada lingkungan dan kesehatan, serta mampu memberikan dampak ekonomis dari inovasi yang dilakukan. “Kegiatan ini merupakan salah satu agenda Perusahaan untuk mengajak masyarakat Guntung lebih peduli lingkungan, agar limbah yang awalnya menjadi masalah, mampu diatasi dengan baik, bahkan menjadi sumber pendapatan,” ujar Udiyanto.

Dijelaskannya, sosialisasi berlangsung selama 3 hari, diikuti 180 peserta dari 18 RT
se-Kelurahan Guntung. Para peserta akan mengikuti sosialisasi pembuatan kompos, mulai pemilahan sampah hingga pengolahan secara benar dengan narasumber dari Kube Mekarsari. Selain menambah wawasan dan pemahaman akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, hasil sosialisasi ini diharap mampu diterapkan secara konsisten agar Guntung ke depan lebih bersih dan terbebas dari polusi sampah, serta inovasi pengolahan kompos mampu memberikan nilai tambah terhadap ekonomi keluarga. “Saya berharap para peserta dapat memahami pengelolaan sampah terpadu secara baik dan benar, sehingga dapat mewujudkan perilaku ramah lingkungan dalam keseharian masyarakat Guntung,” tutur Udiyanto.

Upaya ini disambut antusias Pemerintah Kota Bontang melalui Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Guntung Raden Irawan. Dirinya menyebut sosialisasi ini sebagai langkah produktif dalam membangun kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan. Juga dengan keterampilan pengolahan sampah menjadi kompos, merupakan salah satu bukti nyata dukungan Perusahaan terhadap visi Creative City Pemerintah Kota Bontang, melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. “Saya berpesan para peserta bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, agar ilmu yang didapat mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Disamping kebersihan lingkungan terjaga, juga menjadi sumber pendapatan hanya dari mengolah sampah,” imbau Raden.

Raden berharap melalui sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kelurahan Guntung agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, serta mampu memilah dengan baik untuk dimanfaatkan ulang sebagai sumber pendapatan keluarga. Dari hal itu, IRT dapat lebih berdaya dan tidak selalu mengandalkan suami dalam menopang perekonomian keluraga. Namun turut berkontribusi menjadi wanita aktif dengan keterampilan pengolahan kompos yang dibekali Pupuk Kaltim. “Kami dari Kelurahan berharap apa yang disampaikan bisa bermanfaat dan disalurkan lagi ilmunya bagi masyarakat lain. Semoga dengan sosialisasi ini bisa menambah pengetahuan serta pendapatan untuk membantu ekonomi keluarga,” pungkas Raden

Sumber Situs Web Pupuk Kaltim

Check Also

Pendapatan Tambah Daya PLN Capai Rp14,5 Miliar pada November 2019

PT PLN (Persero) mencatat pendapatan penambahan daya melalui call center 123 pada November 2019 mencapai Rp14,5 miliar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *