Home / Berita / BNI Rencana Kembangkan Produk KTA bernama BNI Fleksi

BNI Rencana Kembangkan Produk KTA bernama BNI Fleksi

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tahun ini merencanakan pengembangan produk kredit tanpa agunan atau KTA bernama BNI Fleksi salah satunya dengan pengajuan nilai pinjaman di bawah Rp5 juta.

VP Consumer Lending PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Egos Mahar mengatakan hal tersebut sebagai strategi untuk mencapai target pertumbuhan 20% BNI Fleksi. Tak hanya itu, maraknya pertumbuhan perusahaan tekfin yang berfokus pada bisnis pinjaman seperti ini menuntut inovasi yang lebih banyak pada produk perseroan.

“Ke depan kami tengah jajaki untuk pinjaman mulai di bawah Rp5 juta tapi dengan tenor yang lebih pendek tentunya. Untuk mengakomodir nasabah yang memerlukan uang karena kebutuhan mendadak. Rencananya mulai tahun ini,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Menurut Egos, sampai dengan Februari lalu BNI Fleksi masih mencatatkan kinerja yang masih stabil. Hal tersebut sesuai dengan siklus dan efek awal tahun yang biasanya masyarakat belum banyak melakukan konsumsi.

Alhasil, dalam dua bulan pertama BNI Fleksi baru mencatatkan capaian penyaluran sekitar Rp700 miliar. Dengan target pertumbuhan 20% diharapkan sampai akhir tahun produk KTA perseroan ini bisa bertambah portofolionya sampai dengan Rp4 triliun sedikit lebih rendah dari capaian tahun lalu yang Rp5 triliun.

Egos mengemukakan target minimal tersebut melihat kondisi tahun ini yang masih penuh dengan tantangan dan agenda politik.

Sisi lain, saat ini suku bunga BNI Fleksi yang diberikan juga masih cukup bersaing dengan bank lain maupun penawaran tekfin yakni pada kisaran 7% sampai dengan lunas.

“Sekarang kebanyakan yang pinjam pada kisaran Rp100 jutaan karena kami melayani sampai dengan Rp200 juta,” ujarnya.

Adapun strategi lain, lanjut Egos yakni dengan menjaga layanan yang selama ini sudah diberikan secara maksimal. Antara lain persetujuan yang cepat, pencairan paling lama dalam tiga hari, dan lain sebagainya.

Egos menambahkan, secara kualitas rasio non performing loan atau NPL pihaknya memastikan akan menjaga pada level yang saat ini sudah baik yakni sekitar 0,5%.

Dia pun menyebut perseroan juga tengah menjajakin kerjasama dengan tekfin guna meningkatkan kinerja produk KTA saat ini. Sayangnya, ketika ditanya lebih rinci dia masih enggan berbicara lebih jauh.

“Pastinya kami mau NPL tidak bertumbuh tapi permintaan naik, menggandeng fintech dengan bersinergi menjadi hal yang tidak bisa dihindari dalam masa depan,” ujarnya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Pemerintah dan Maskapai Cari Cara Sediakan Tiket Pesawat Murah Bisa Setiap Hari

Pemerintah tengah mencari cara untuk menyediakan tiket pesawat murah setiap hari untuk masyarakat. Saat ini, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *