Home / Berita / Risalah RUPS Tahunan Jasa Marga Tahun 2018

Risalah RUPS Tahunan Jasa Marga Tahun 2018

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang dalam tahun 2018 membukukan laba bersih sebesar Rp2,20 triliun, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2018, Senin (6/5), telah memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp330,39 miliar atau sebesar 15% dari laba bersih Perseroan tahun 2018.
Dalam RUPS Tahunan 2018, Perseroan tersebut juga diputuskan adanya perubahan nomenklatur Direksi Perseroan dengan masa jabatan direksi meneruskan sisa masa jabatan masing-masing.
Sehingga Susunan dan Jabatan Dewan Komisaris dan Direksi Jasa Marga dengan nomenklatur Direksi yang baru, menjadi sebagai berikut:
DIREKSI
Direktur Utama: Desi Arryani
Direktur Keuangan: Donny Arsal
Direktur Human Capital dan Transformasi: Alex Denni
Direktur Pengembangan Usaha: Adrian Priohutomo
Direktur Bisnis: Mohammad Sofyan
Direktur Operasi: Subakti Syukur
DEWAN KOMISARIS
Komisaris Utama/Komisaris Independen: Sapto Amal Damandari
Komisaris Independen: Sugihardjo
Komisaris: Muhammad Sapta Murti
Komisaris: Agus Suharyono
Komisaris: Anita Firmanti Eko Susetyowati
Komisaris Independen: Vincentius Sonny Loho
KINERJA PERSEROAN TAHUN 2018
Pada tahun 2018, Jasa Marga berhasil menjaga pertumbuhan EBITDA yang pada tahun 2018 mencapai nilai Rp6,02 triliun atau tumbuh sebesar 9,89% dari tahun 2017, sedangkan untuk margin EBITDA sebesar 61,56%. Dari sisi pendapatan usaha di luar konstruksi tercatat sebesar Rp9,78 triliun, tumbuh 9,67% dari tahun 2017, dengan kontribusi dari pendapatan tol senilai Rp9,04 triliun, naik 9,12% dari tahun 2017 dan pendapatan usaha lain Rp748,12 miliar, naik 16,82% dari tahun 2017.
Pertumbuhan pendapatan tol tetap tumbuh sesuai dengan pertumbuhan inflasi dan kontribusi dari pengoperasian jalan tol baru. Beroperasinya jalan tol baru juga menyumbang pertumbuhan aset dari sisi Hak Pengusahaan Jalan Tol sebesar Rp6,29 triliun atau meningkat sebesar 11,24% dari tahun 2017, sehingga total aset Jasa Marga pada tahun 2018 tercatat Rp82,42 triliun.
Untuk percepatan pembangunan insfrastruktur jalan tol serta untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan, Jasa Marga untuk kali keempat kembali melakukan inovasi dalam bidang pendanaan. Di tahun 2018, Jasa Marga menempuh alternatif produk pendanaan melalui skema Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). RDPT ini merupakan pendanaan bersifat ekuitas di pasar modal sehingga Perseroan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan yang bersifat hutang. Dengan demikian, Perseroan dapat menjaga kesehatan finansial Perusahaan di tengah ekspansi yang dilakukan.
Selain RDPT, sepanjang tahun 2018 Jasa Marga juga menandatangani perjanjian kredit sindikasi dengan total jumlah mencapai Rp30,03 triliun untuk pembangunan proyek Jalan Tol Kunciran-Serpong, Jakarta-Cikampek II Elevated, Bogor Ring Road, Balikpapan-Samarinda, dan Batang-Semarang.
PENAMBAHAN JALAN TOL OPERASI
Jasa Marga juga terus konsisten melakukan ekspansi guna menjaga pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Total 7 (tujuh) jalan tol baru sepanjang 318,75 Km berhasil dioperasikan oleh Jasa Marga di tahun 2018, sehingga hingga akhir tahun 2018 Jasa Marga berhasil mengoperasikan total 1.000 Km jalan tol. Tujuh jalan tol baru yang beroperasi di tahun 2018 adalah:
1. Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Segmen Simpang Susun (SS) Tanjung Morawa-SS Parbarakan sepanjang 10,75 Km
2. Bogor Ring Road Segmen Kedung Badak-Simpang Yasmin sepanjang 2,65 Km
3. Batang-Semarang sepanjang 75,00 Km
4. Semarang-Solo Segmen Salatiga-Kartasura sepanjang 32,65 Km
5. Solo-Ngawi sepanjang 90,43 Km
6. Ngawi-Kertosono-Kediri Segmen Ngawi-Kertosono sepanjang 87,02 Km
7. Gempol-Pasuruan Segmen Rembang-Pasuruan (Grati) sepanjang 20,25 Km
Dengan beroperasinya jalan tol baru dimaksud, Jasa Marga berkontribusi signifikan atas tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa dari Merak hingga Pasuruan (Grati). Dari total 944 Km Jalan Tol Trans Jawa yang telah beroperasi, Jasa Marga mengoperasikan 584 Km atau sebesar 62% dari total Panjang Jalan Tol Trans Jawa saat ini.
PENINGKATAN PELAYANAN DI BIDANG OPERASIONAL JALAN TOL
Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jalan, Jasa Marga terus melakukan inovasi dalam bidang pelayanan transaksi. Sepanjang tahun 2018 Jasa Marga memberlakukan inovasi di bidang pelayanan transaksi berupa integrasi sistem transaksi yang dilakukan di Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C dan Jalan Tol Semarang-Solo dan integrasi dengan Jalan Tol Semarang-Batang, serta integrasi Jalan Tol JORR (SS Penjaringan-Pondok Aren-Kebon Bawang).
Tak hanya itu, dalam rangka mempersiapkan implementasi teknologi nir henti untuk pembayaran di jalan tol, Jasa Marga juga telah melakukan uji coba pembayaran tol Single Lane Free Flow (SLFF) dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) berbasis server melalui anak usahanya PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO). Uji coba terbatas sistem pembayaran nir henti yang di-brandingdengan nama FLO ini telah dilakukan di Jalan Tol Bali-Mandara bekerja sama dengan Taksi Blue Bird selaku moda transportasi yang banyak digunakan oleh turis lokal maupun asing di Provinsi Bali.
Keseharian pelayanan operasional juga terus ditingkatkan dengan menerapkan teknologi dalam bidang pelayanan, pengendalian serta penertiban lalu lintas. Salah satunya dalam rangka pengendalian atas dimensi dan beban tonase muatan yang kerap dilakukan oleh angkutan truk. Pada 2018, Jasa Marga telah membangun sistem deteksi yang dilengkapi Weigh In Motion (WIM). Dengan penggunaan WIM yang dipasang di bawah Jembatan Kaligawe pada Jalan Tol Semarang Seksi C Km 18 ini, Jasa Marga dapat langsung melihat berat tonase kendaraan angkutan barang. Jika terjadi pelanggaran, maka kendaraan yang melanggar akan dihentikan dan diminta masuk ke lokasi penimbangan muatan sebelum GT Muktiharjo KM 16+800 untuk menurunkan sebagian muatannya agar terpenuhi beban muatan yang disyaratkan.
KINERJA PENGEMBANGAN USAHA LAIN
Selain pengoperasian jalan tol, di tahun 2018 Jasa Marga juga terus meningkatkan kinerja bisnis usaha lain, sebagaimana berikut:
– Bisnis layanan transaksi dan layanan lalu lintas melalui PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 747,82 Km, yang terdiri dari jalan tol Jasa Marga dan Anak Usahanya sepanjang 536,73 Km serta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya sepanjang 155,90 Km (Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi sepanjang 15,00 Km dan Jalan Tol Bakauheni-Tebing Tinggi Besar sepanjang 140,90 Km).
– Bisnis layanan pemeliharaan dan konstruksi jalan tol melalui PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) telah melakukan pemeliharaan jalan tol untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sepanjang 199,30 km, terdiri dari Jalan Tol Jagorawi (59 Km), Jalan Tol Surabaya-Gempol (46,55 km), Jalan Tol Semarang (24,75 Km), Jalan Tol Belmera (42,70 Km) serta Jalan Tol Palimanan-Kanci (26,30 Km)
– Investasi properti dan peningkatan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) melalui PT Jasamarga Properti (JMP), diantaranya adalah pengembangan properti di area jalan tol sebesar 971.824 m2 yang berlokasi di seluruh Rest Area yang dikelola Jasa Marga, pengembangan properti di luar koridor jalan tol sebesar 159.309 m2 yang tersebar di wilayah Jakarta, Pandaan, Sidoarjo, Bali, dan Manado serta memiliki 14.235 m2 land bank di sekitar koridor jalan tol Bogor Ring Road dan JORR W2 Utara. Selain itu, hingga 2018, PT JMP juga mengelola 16 Rest Area/Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di ruas jalan tol milik Jasa Marga, yaitu di Jalan Tol Purbaleunyi (2 Rest Area), Jalan Tol Palimanan-Kanci (1 Rest Area), Jalan Tol Batang-Semarang (4 Rest Area), Jalan Tol Solo-Ngawi (6 Rest Area), Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri (2 Rest Area), serta Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (1 Rest Area).
Pencapaian Jasa Marga dalam 2018 ini selaras dengan komitmen Jasa Marga dalam melakukan percepatan pembangunan jalan tol untuk mendukung rencana Pemerintah agar mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah. Bertolak dari visi tersebut, Jasa Marga juga tak henti melakukan berbagai inovasi, baik dalam bidang pendanaan, pengembangan usaha, maupun operasional sehingga dapat melayani masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, agar semakin optimal.

Check Also

4 Pembangkit Energi Baru untuk Papua

Perusahaan Lisrik Negara menetapkan empat pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) untuk Provinsi Papua dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *