Home / Berita / Sampai Saat Ini, Belum Ada Maskapai Ajukan Permintaan Extra Flight pada Musim Lebaran 2019

Sampai Saat Ini, Belum Ada Maskapai Ajukan Permintaan Extra Flight pada Musim Lebaran 2019

Penurunan tarif batas atas tiket diharap bisa memacu traffic penerbangan domestik pada musim Lebaran 2019. Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, mengaku saat ini extra flight yang baru diajukan adalah penerbangan internasional.

Extra flight yang sudah diterbitkan persetujuan terbangnya ada 68 penerbangan, keseluruhan internasional. Sementara domestik belum bergerak. Mudah-mudahan beberapa hari ini ada permohonan extra flight dengan penurunan harga tiket,” katanya , Minggu (19/5).

Adapun sebelumnya, pemerintah telah menurunkan tarif batas atas tiket pesawat full services sekitar 12-16 persen. Secara otomatis hal ini akan berdampak pada harga tiket maskapai Garuda Indonesia dan Batik Air. Maskapai paling lambat harus menyesuaikan tarif pada Sabtu (18/5).

Adapun penurunan tarif batas atas dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 106 Tahun 2019, tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Kementerian Perhubungan menegaskan maskapai harus menyesuaikan tarif baru tiket pesawat. Jika melanggar tarif batas atas, pemerintah mengancam akan memberikan sanksi berupa administrasi hingga denda.

Karenanya, Awal berharap para maskapai bisa mempertimbangkan akan terjadi lonjakan traffic. Dengan begitu, maskapai akan memesan extra flight dalam waktu dekat.

“Dengan harga yang turun ini kami berharap teman-teman airlines akan berpikir akan ada ekstra flight,” tambahnya.

Untuk musim mudik Lebaran tahun ini, AP II memperkirakan puncaknya terjadi di 31 Mei dan 1 Juni. Sedangkan arus balik puncaknya terjadi di 8-9 Juni.

Tak hanya melakukan persiapan penerbangan, pihaknya juga telah meningkatkan pelayanan fasilitas bandara seperti kereta bandara. Awal mengatakan, keberangkatan kereta Bandara Soekarno-Hatta akan diubah setiap 30 menit dan kereta layang atau skytrain setiap 5 menit.

“Dan armada-armada angkutan umum 100 persen sudah termonitor oleh pengelola bandara dan penumpang,” tutupnya.

Sumber Kumparan, edit koranbumn

Check Also

Pelindo Sambut Hangat Tamu Negara Peserta ASEAN Port Association Meet 2019 di Yogyakarta ⁣

Total seribu atlet dan kontingen dari sembilan negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN Ports …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *