Home / Berita / Sarana & Prasarana Pendukung Tol Solo-Ngawi Dikebut

Sarana & Prasarana Pendukung Tol Solo-Ngawi Dikebut

Dioperasionalkannya Jalan Tol Trans Jawa secara penuh telah memberikan dampak yang luar biasa bagi konektivitas darat, baik antarkota maupun antarprovinsi yang ada di pulau Jawa. Efektivitas pemanfaatan ruas tol Trans Jawa tidak akan berarti apa- apa, tanpa didukung dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang, yang menjadi kebutuhan para pengguna jalan tol.

Hal itulah yang membuat pengelola jalan tol terus melengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung yang ada di ruas jalan tol. Ini dilakukan guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pengguna jalan tol Trans Jawa.

Di Jalan Tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini, berbagai pekerjaan pembangunan maupun penambahan sarana dan prasarana penunjang yang ada di kawasan rest area (tempat istirahat) terus dikebut penyelesiannya. Salah satu aktivitas yang cukup tampak menonjol adalah pekerjaan berbagai kelengkapan fasilitas kawasan tempat istirahat yang ada di dalam ruas jalan tol sepanjang 90 kilometer tersebut. Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) itu di antaranya SPBU, sarana ibadah (masjid), foodcourt, ATM Center, kamar mandi dan toilet hingga UKM center.

Di TIP KM 519 A (arah Surabaya) dan TIP KM 519 B (arah Jakarta) yang berada di wilayah Sragen masih tampak beberapa pekerjaan pembenahan sarana pendukung seperti area parkir dan sejumlah pekerjaan ringan lainnya. Selain itu juga di Tempat Istirahat KM 575 A dan KM 575 B, yang masuk wilayah Ngawi (Jawa Timur), juga masih tampak sejumlah aktivitas para pekerja yang terus mengebut beberapa pekerjaan fisik. Walau demikian, sejumlah fasilitas layanan di kedua tempat istirahat tersebut sudah ada.

Direktur Utama PT JSN, Ari Wibowo  yang dikonfirmasi mengatakan, untuk wilayah kerja PT JSN (ruas Solo- Ngawi) hingga saat ini ada enam tempat istirahat dari rencana delapan tempat istirahat. Dari enam tersebut yang sudah operasional sebanyak empat tempat istirahat dan sisanya (dua tempat istirahat) sifatnya masih fungsional.

“Artinya, sudah bisa difungsionalkan untuk momentum tertentu,” jelasnya, Sabtu (4/5).

Dari empat tempat istirahat yang sudah operasional tersebut, lanjut Ari, dua di antaranya merupakan TIP atau Rest Area tipe A, masing-masing berada di KM 519 A serta KM 519 B (Sragen). Masing-masing sudah ada SPBU, masjid yang sangat representatif, mini market, restoran, kafe, galeri UMKM, foodcourt, ATM center dan area parkirnya mampu menampung tak kurang dari 150 kendaraan besar dan kecil.

Sedangkan untuk tempat istirahat yang sudah operasional di KM 538 A maupun KM 538 B sebenarnya merupakan rest area tipe B. Walaupun sebagian sudah ada layanan lengkap termasuk mushala, tetapi belum ada SPBU dan masing-masing hanya memiliki kapasitas 80 kendaraan.

Kemudian, lanjutnya, yang di KM 575 A dan KM 575 B masih fungsional. Di area itu masih dalam tahap pembangunan sejumlah fasilitas dan kelengkapannya, seperti tempat ibadah termasuk pembangunan SPBU.

“Khusus untuk pembangunan SPBU dilokasi tempat istirahat ini, kita masih berupaya agar sebelum Lebaran nanti sudah rampung dan sudah bisa operasional, guna membantu para pengguna jalan tol ruas Solo-Ngawi semakin tenang, nyaman dan mudah untuk mengakses BBM,” jelasnya.

Sumber republika, edit koranbumn

Check Also

Rapat Kerja Bersama dan Gathering PJT I dan BBWS Bengawan Solo

Kebutuhan akan pengelolaan sumber daya air terpadu di DAS Bengawan Solo menjadi dasar terlaksananya Rapat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *