Home / Berita / Sebanyak 39% KUR BRI Mengalir ke Sektor Produktif di Semester I-2018

Sebanyak 39% KUR BRI Mengalir ke Sektor Produktif di Semester I-2018

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berupaya menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) ke sektor produktif. Sepanjang enam bulan pertama 2018, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp 44,4 triliun.

Realisasi KUR ini disalurkan kepada 2,2 juta debitur. Adapun rincian penyaluran KUR BRI di sektor mikro sebanyak Rp 38,88 triliun, sektor ritel Rp 5,53 triliun, dan penempatan TKI Rp 87,85 juta.

Nilai ini sudah mencapai target tengah tahun dari pemerintah, yakni 55,9% dari target tahunan sebanyak Rp 79,7 triliun.

Meski demikian, Direktur Bisnis Mikro dan Kecil BRI Priyastomo menyatakan penyaluran KUR di sektor produktif baru 39% dari total penyaluran KUR BRI.

“Targetnya pada November kita bisa merealisasikan penyaluran KUR 100% dan optimistis dapat mencapai target penyaluran ke sektor produktif 50%,” ujar Priyastomo kepada Kontan.co.id setelah pemaparan kinerja kuartal II BRI, Selasa (31/7).

Guna mencapai target, BRI sudah menyiapkan langkah strategis. Bank bersandi BBRI ini akan mendorong kartu tani terutama di Jawa Tengah, Banten, dan Tasikmalaya. Asal tahu saja pemilik kartu tani adalah pemilik sawah.

“Pemberian lewat kartu tani lantaran mereka sudah memiliki data base. Selain itu untuk migrasi keuangan sehingga untuk beli bibit dan pupuk pakai kartu tani ataucashless,” tambah Priyastomo.

Priyastomo bilang rasio penyaluran ke sektor produktif belum mencapai 50% lantaran terdapat mind set yang menilai bahwa yang produktif hanyalah hulunya saja. Artinya pemilik sawah maupun ternak. Padahal menurut Priyastomo sektor produktif harus dari hulu ke hilir.

“Orang di pasar jualan beras, susu, dan sayur itu termasuk produksi. Ini nanti akan kita luruskan lagi. Rasio kredit macet atau NPL KUR BRI saat ini di posisi 1,38%. Target akhir tahun NPL di 1,3%,” pungkas Priyastomo.

Sumber kontan.co.is

Check Also

Pertama di Indonesia, INTI Produksi Tabung LPG Composite

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) (INTI) siap memproduksi tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) Composite, untuk pertama kalinya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *