Home / Berita / Sejumlah BUMN Ikut Amankan Stok Pangan Jelang Lebaran

Sejumlah BUMN Ikut Amankan Stok Pangan Jelang Lebaran

Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) memastikan stok pangan terjaga menjelang Lebaran. Perum Bulog, misalnya, menjamin ketersediaan beras mencukupi saat Lebaran.

Saat ini stok beras di Bulog sendiri sebanyak 2,09 juta ton. Stok tersebut terdiri dari 1,94 juta ton beras cadangan beras pemerintah (CBP) dan 149.953 ton beras komersial.

Tidak hanya beras, Bulog juga memastikan ketersediaan daging cukup hingga Lebaran mendatang. Stok daging kerbau milik Bulog sebanyak 11.179 ton.

“Daging cukup untuk operasi pasar menghadapi lebaran, kami yakin harga daging saat puasa sampai Lebaran akan stabil,” ujar Direktur Utama Bulog Budi Waseso saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (15/5).

Daging pun nanti akan terdapat penambahan pasokan. Budi mengatakan, dalam minggu ini akan masuk kembali daging kerbau dari India.

Selain itu stok gula pasir juga masih aman yakni sekitar 35.281 ton. Tepung terigu pun masih cukup dengan stok di Bulog sebanyak 359 ton.

Bulog juga menjaga harga ayam dan telur dengan memiliki stok jagung yang dapat digunakan sebagai pakan ternak dengan jumlah stok 359 ton. Angka tersebut di samping stok telur ayam sebesar 11,3 ton yang dimiliki Bulog.

“Menjaga agar tidak kadaluarsa kami berkontrak beli jauh hari dan kita ambil bulan ini untuk menghadapi puasa dan lebaran” terang Budi.

Selain Bulog, terdapat sejumlah perusahaan pelat merah lain yang ikut menjaga stok pangan. Direktur Utama PTPN III holding (Persero) Dolly Pulungan bilang, stok gula di PTPN terjaga.

Berdasarkan data PTPN, neraca gula hingga bulan Mei diperkirakan sebesar 355.423 ton. Selain itu, PTPN juga ikut memasok kebutuhan minyak goreng.

“PTPN III sudah memproduksi minyak goreng untuk menambah stok,” jelas Dolly.

Total produksi minyak goreng hingga akhir Mei 2019 diperkirakan mencapai 26.883 ton. Angka tersebut akan menambah stok minyak goreng yang ada di Bulog sebesar 1.637 kilo liter (kl).

Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Didik Prasetyo menambahkan estimasi produksi gula RNI. Pada tahun 2019 RNI menargetkan produksi gula sebesar 294.554 ton.

Selain penyediaan stok, BUMN juga ikut menyalurkan bahan pokok penting tersebut. Direktur Utama PT Berdikari Eko Taufik Wibowo mengatakan, pihaknya akan menggelar pasar murah di lebih 40 titik di Jakarta bekerja sama dengan PD Pasar Jaya dan Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ).

Hal serupa juga dilakukan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Direktur Utama PPI Agus Andiyani menuturkan, PPI juga akan menyalurkan daging baik di Jawa mau pun luar Jawa.

“PPI membuat pasar murah di beberapa titik bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah,” kata Agus.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

Pertamina EP Lakukan Tanggap Darurat Karhutla

PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *